Pamekasan – Kasus dugaan jual beli pita cukai palsu yang menyeret seorang pria berinisial S warga Pamekasan kini memasuki babak baru. Itu setelah pihak kuasa hukum mengajukan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri Pamekasan.
Kuasa Hukum S, Ach. Suhairi menilai, kliennya menjadi korban dari dugaan praktik penyalahgunaan kekuasaan (abuse of power) untuk mengkriminalisasi kliennya S. Ia menegaskan, kliennya hanyalah korban dalam kasus tersebut.
“Klien kami berinisial S menurut kami merupakan korban kriminalisasi. Faktanya, klien kami memang melakukan transaksi jual beli pita cukai, tapi pemilik pita cukai tersebut justru tidak dilakukan penindakan,”ujarnya, Jumat (31/10/2025).
Sidang praperadilan yang digelar di Pengadilan Negeri Pamekasan pada Kamis (30/10/2025) itu, digugat terhadap tindakan penangkapan dan penahanan yang dilakukan oleh penyidik Bea Cukai Madura. Namun, dalam sidang tersebut pihak penyidik tidak hadir.
“Penyidik dari kantor Bea Cukai Madura tidak hadir di persidangan. Kami harap mereka hadir. Kenapa kalau menangkap dan menahan klien kami berani, tapi di persidangan tidak hadir,”tegas kuasa hukum S.
Pihak kuasa hukum berharap majelis hakim dapat menilai secara objektif dan adil agar proses hukum terhadap kliennya berjalan sesuai prinsip keadilan dan transparansi. (*/rosyi)


















