Pamekasan – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Slamet Martodirdjo (Smart) Pamekasan, resmi meluncurkan pelayanan Poli Nifas dan Laktasi sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi ibu pasca melahirkan dan mendorong pemberian ASI eksklusif bagi anaknya.
Pelaksana tugas (Plt) Direktur RSUD Smart Pamekasan, dr. Syaiful Hidayat mengatakan, layanan baru ini penting untuk menjawab berbagai masalah yang kerap dialami ibu setelah melahirkan.
Mulai dari keluhan fisik, kesulitan bergerak karena nyeri, gangguan buang air kecil, hingga persoalan paling umum yaitu ASI tidak keluar.
“Banyak ibu yang akhirnya memberikan pisang atau makanan lain kepada bayinya dengan alasan ASI tidak keluar, padahal itu tidak benar. Seharusnya bayi yang baru lahir hanya boleh menerima ASI dan makanan pendamping ketika usianya sudah enam bulan,” ungkapnya, Kamis (4/12/2025).
Ia menjelaskan, Poli Nifas dan Laktasi akan menyediakan edukasi lengkap bagi para ibu, termasuk teknik merangsang keluarnya ASI, cara memerah dan menyimpan ASI bagi ibu pekerja, hingga penanganan masalah dasar yang sering tidak diketahui terutama di pedesaan.
“Jangan sampai karena ketidaktahuan, ibu langsung memberikan susu formula. Padahal kendala ASI itu ada teknik dan cara penanganannya. Termasuk bagaimana menyimpan ASI perah agar tidak kedaluwarsa,”tambahnya.
Menurutnya, langkah yang diambil RSUD SMart sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam menekan angka stunting di Pamekasan.
Karena itu, ia menjelaskan bahwa tumbuh kembang anak yang optimal dimulai sejak lahir, bukan hanya ketika anak memasuki usia sekolah.
Dengan hadirnya Poli Nifas dan Laktasi, RSUD Smart Pamekasan berharap bisa memberikan edukasi yang tepat kepada masyarakat dan memastikan bayi mendapatkan asuhan terbaik sejak hari pertama kehidupan.
“Pertumbuhan anak dimulai sejak ia lahir. ASI eksklusif itu penting, tapi faktanya masih rendah, bahkan tidak mencapai 30 persen. Karena itu, melalui layanan ini kami ingin mengedukasi bahwa menyusui itu sangat penting,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan, Saifudin menyambut baik langkah yang diambil oleh RSUD Smart Pamekasan.
Menurutnya, langkah ini sejalan dan selangkah dengan program pemerintah melalui Dinkes Pamekasan, diantaranya menekan angka stunting, serta program layanan yang berbasis klaster atau layanan siklus hidup.
Karena itu, layanan ini bisa membantu masyarakat dalam memberikan pelayanan dan perhatian khusus bagi ibu-ibu yang baru melahirkan, dalam merawat dan menjaga kesehatan ibu dan anak.
“Langkah dan keputusan yang diambil oleh pihak RSUD sangat penting dan strategis. Kami harap bisa meningkatkan pelayanan kesehatan di Pamekasan,” pungkasnya. (farid/rosyi)


















