Scroll untuk melanjutkan membaca
Kesehatan

Poli Nifas dan Laktasi Diresmikan, RSUD Smart Pamekasan Tingkatkan Mutu Layanan

Avatar
×

Poli Nifas dan Laktasi Diresmikan, RSUD Smart Pamekasan Tingkatkan Mutu Layanan

Sebarkan artikel ini
TINGKATKAN LAYANAN: Kepala Dinkes Pamekasan Saifuddin bersama Plt Direktur RSUD dr. H. Slamet Martodirjo Pamekasan dr. Saiful Hidayat, meresmikan Poli Nifas dan laktasi.

Pamekasan – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Slamet Martodirdjo (Smart) Pamekasan, resmi meluncurkan pelayanan Poli Nifas dan Laktasi sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi ibu pasca melahirkan dan mendorong pemberian ASI eksklusif bagi anaknya.

Pelaksana tugas (Plt) Direktur RSUD Smart Pamekasan, dr. Syaiful Hidayat mengatakan,  layanan baru ini penting untuk menjawab berbagai masalah yang kerap dialami ibu setelah melahirkan.

Scroll untuk melanjutkan membaca
Scroll untuk melanjutkan membaca

Mulai dari keluhan fisik, kesulitan bergerak karena nyeri, gangguan buang air kecil, hingga persoalan paling umum yaitu ASI tidak keluar.

“Banyak ibu yang akhirnya memberikan pisang atau makanan lain kepada bayinya dengan alasan ASI tidak keluar, padahal itu tidak benar. Seharusnya bayi yang baru lahir hanya boleh menerima ASI dan makanan pendamping ketika usianya sudah enam bulan,” ungkapnya, Kamis (4/12/2025).

BACA JUGA :  Sempat Pasang Surut Jumlah Siswa, Akhirnya Pamekasan Menjadi Satu-Satunya Kabupaten Terapkan SR di Madura

Ia menjelaskan, Poli Nifas dan Laktasi akan menyediakan edukasi lengkap bagi para ibu, termasuk teknik merangsang keluarnya ASI, cara memerah dan menyimpan ASI bagi ibu pekerja, hingga penanganan masalah dasar yang sering tidak diketahui terutama di pedesaan.

“Jangan sampai karena ketidaktahuan, ibu langsung memberikan susu formula. Padahal kendala ASI itu ada teknik dan cara penanganannya. Termasuk bagaimana menyimpan ASI perah agar tidak kedaluwarsa,”tambahnya.

BACA JUGA :  Sebabkan Puluhan Siswa Keracunan, Pengelola Dapur MBG di Pamekasan Minta Maaf

Menurutnya, langkah yang diambil RSUD SMart sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam menekan angka stunting di Pamekasan.

Karena itu, ia menjelaskan bahwa tumbuh kembang anak yang optimal dimulai sejak lahir, bukan hanya ketika anak memasuki usia sekolah.

Dengan hadirnya Poli Nifas dan Laktasi, RSUD Smart Pamekasan berharap bisa memberikan edukasi yang tepat kepada masyarakat dan memastikan bayi mendapatkan asuhan terbaik sejak hari pertama kehidupan.

“Pertumbuhan anak dimulai sejak ia lahir. ASI eksklusif itu penting, tapi faktanya masih rendah, bahkan tidak mencapai 30 persen. Karena itu, melalui layanan ini kami ingin mengedukasi bahwa menyusui itu sangat penting,” jelasnya.

BACA JUGA :  Tak Henti Berinovasi, Kini RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Hadirkan Layanan Spesialis Urologi Modern

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan, Saifudin menyambut baik langkah yang diambil oleh RSUD Smart Pamekasan.

Menurutnya, langkah ini sejalan dan selangkah dengan program pemerintah melalui Dinkes Pamekasan, diantaranya menekan angka stunting, serta program layanan yang berbasis klaster atau layanan siklus hidup.

Karena itu, layanan ini bisa membantu masyarakat dalam memberikan pelayanan dan perhatian khusus bagi ibu-ibu yang baru melahirkan, dalam merawat dan menjaga kesehatan ibu dan anak.

“Langkah dan keputusan yang diambil oleh pihak RSUD sangat penting dan strategis. Kami harap bisa meningkatkan pelayanan kesehatan di Pamekasan,” pungkasnya. (farid/rosyi)

IMG-20260226-WA0041
previous arrow
next arrow