Scroll untuk melanjutkan membaca
AdvetorialBeritaEkonomiKesehatanPemerintahanPertanianPolitik

Serap Aspirasi Rakyat Lewat Reses, Juhari: Petani, Nelayan, dan Warga Desa Suarakan Harapan ke Pemerintah

Avatar
×

Serap Aspirasi Rakyat Lewat Reses, Juhari: Petani, Nelayan, dan Warga Desa Suarakan Harapan ke Pemerintah

Sebarkan artikel ini
LEBIH DEKAT: Anggota DPRD Sumenep Juhari saat melakukan reses dan serap aspirasi rakyat.

Sumenep – Anggota DPRD Kabupaten Sumenep dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Juhari, menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi rakyat kecil setelah menampung berbagai masukan dalam kegiatan reses yang digelar di daerah pemilihannya, sejak 22-29 Agustus 2025.

Dalam dialog yang berlangsung hangat, masyarakat menyampaikan berbagai persoalan mulai dari sektor pertanian, sosial, kesehatan, hingga perikanan.

Scroll untuk melanjutkan membaca
Scroll untuk melanjutkan membaca

Petani tembakau menjadi salah satu pihak yang paling lantang bersuara. Mereka menilai harga tembakau masih jauh dari layak dibandingkan dengan harga rokok yang terus naik.

“Jangan sampai petani hanya jadi sapi perah tengkulak dan pabrik. Pemerintah harus hadir melindungi harga tembakau lewat regulasi yang jelas dan berpihak kepada petani,” tegas Juhari, menyerap aspirasi warga, Jum’at (29/8/25).

BACA JUGA :  14 Tahun Terbunuhnya Munir, Polri Didesak Bentuk Tim Khusus

Masyarakat juga mengeluhkan kondisi sejumlah mushalla yang tidak layak dipakai santri, seperti di Desa Gapurat Timur, Andulang, Longos, dan Jadung. Mereka meminta pemerintah daerah menyalurkan bantuan rehabilitasi.

Selain itu, kebutuhan insentif bagi guru ngaji di pelosok desa juga mendesak untuk diperhatikan.

“Jangan sampai guru ngaji hanya dihargai secara simbolik, padahal perannya besar membentuk generasi berakhlak,” kata Juhari.

Isu kesehatan mencuat setelah masyarakat menyinggung kasus campak di Sumenep yang sudah merenggut 20 nyawa anak-anak. Warga mendesak Dinas Kesehatan lebih cepat bergerak dengan sistem jemput bola.

BACA JUGA :  Dorong Ketahanan Pangan dan Pemberdayaan Desa di Kecamatan Bluto, Reses Samsiyadi Disambut Antusias

Juhari juga menyoroti minimnya dokter spesialis di RSUD Moh. Anwar maupun di Puskesmas, yang membuat pasien kerap menunggu berhari-hari hingga berminggu-minggu.

“Ini bukan sekadar angka, 20 nyawa melayang adalah tragedi. Pemerintah harus menambah tenaga medis dan spesialis agar rakyat mendapat pelayanan cepat dan tepat,” ujarnya.

Warga pesisir Gapura, Dungkek, hingga Batang-Batang yang mayoritas nelayan meminta bantuan alat tangkap seperti jaring, bubu, dan pancing.

Selama ini hampir 99% nelayan harus membeli alat tangkap sendiri karena sulitnya akses bantuan dari pemerintah.

BACA JUGA :  Gembleng Santri Lewat Pesantren Tangguh, Bupati Pamekasan Tegaskan Komitmen untuk Kemajuan Pesantren

Selain itu, warga juga menuntut perhatian terhadap kelestarian terumbu karang yang mulai rusak di sekitar perairan Sumenep.

Sektor usaha kecil seperti pertukangan, bengkel, dan catering juga berharap mendapatkan dukungan alat dari pemerintah agar roda perekonomian masyarakat tetap berjalan.

Juhari menegaskan, semua aspirasi masyarakat ini akan dibawa ke rapat DPRD dan didorong agar mendapat perhatian serius dari eksekutif.

“Reses ini bukan sekadar formalitas, tapi amanah rakyat yang wajib diperjuangkan. Apa yang mereka sampaikan hari ini akan saya kawal hingga jadi kebijakan nyata,” tegas Juhari. (*/rosyi)

IMG-20260226-WA0041
previous arrow
next arrow