Pamekasan – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan menyoroti lambannya proses tambal sulam jalan raya. Hingga saat ini progres tersebut masih mencapai 46,31 persen.
Program tahun anggaran 2026 ini diketahui menyasar 17 ruas jalan yang tersebar di beberapa titik di Pamekasan. Dinas Pekerjaan Umum dan Pemetaan Rumah (PUPR) mengalokasikan anggaran sebesar 1 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU).
“Hingga mendekati triwulan ketiga tahun anggaran 2026, progres pengerjaan masih tergolong rendah, dimana realisasi pekerjaan belum menembus angka 50 persen,” kata Ketua Komisi II DPRD Pamekasan, Ahmad Fauzi, (24/6/2026).
Hal itu kata Fauzi, harus menjadi perhatian serius dari pemerintah daerah. Apa lagi percepatan pelaksanaan sangat diperlukan agar kerusakan jalan raya yang dikeluhkan masyarakat bisa ditangani.
Kemudian, pemerintah daerah diminta untuk terbuka atas sejumlah titik yang menjadi sasaran program, sehingga pengawasan bisa dilakukan secara maksimal.
“Tidak kalah penting perbaikan infrastruktur dilakukan di pedesaan dan jangan hanya fokus pada wilayah perkotaan saja, sebab wilayah pedesaan juga membutuhkan akses yang memadai untuk mendukung transportasi masyarakat aman dan nyaman,” pungkasnya. (Rosy)



























