Pamekasan – Koordinator Pojok Statistik UIN Madura, Zainatul Mufarrikoh, M.Si., membenarkan adanya kerja sama antara pihak kampus dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pamekasan dalam rangka rekrutmen mitra petugas Sensus Ekonomi (SE) 2026.
Ia menjelaskan, kerja sama tersebut difokuskan pada pelibatan mahasiswa sebagai mitra tambahan dalam kegiatan sensus.
Kriteria yang ditetapkan antara lain, mahasiswa aktif semester IV dan VI, berdomisili di Pamekasan, memiliki telepon seluler berbasis Android, serta mampu mengendarai sepeda motor.
“Rekrutmen diumumkan melalui media sosial Pojok Statistik yang berkolaborasi dengan UIN Madura. Selain itu juga disebarkan melalui pimpinan dan dosen untuk diteruskan kepada mahasiswa,” ujar Zainatul.
Ia menambahkan, proses pendaftaran berlangsung singkat, yakni selama dua hari dari tanggal 7-8 Mei 2026 melalui halaman website yang tertera di instagram pojok statistik uin madura. Dari total 74 mahasiswa yang mendaftar, sebanyak 56 dinyatakan lolos tahap administrasi dan berhak mengikuti ujian kompetensi serta wawancara sebagai calon mitra BPS.
Setelah melalui tahapan seleksi, sebanyak 26 mahasiswa dinyatakan terlibat langsung sebagai petugas surveyor Sensus Ekonomi 2026 dan telah mengikuti pelatihan.
“Memang BPS menawarkan kuota hingga 50 orang, namun dari 56 peserta yang lolos administrasi, hanya 26 yang mengikuti pelatihan dan terlibat sebagai surveyor,” imbuhnya.
Kemudian, mahasiswa yang tidak lolos hingga tahap akhir tetap tercatat sebagai mitra tambahan BPS. Mereka berpotensi dilibatkan dalam kegiatan lain, meskipun tidak bertugas sebagai surveyor.
“Artinya, meskipun kuota 50, jika tidak lulus kompetensi dan wawancara maka tidak bisa dilibatkan sebagai surveyor,” tegasnya.
Ia menegaskan bahwa keputusan akhir terkait kelulusan sepenuhnya ditentukan oleh pihak BPS Pamekasan. Sementara itu, fasilitas yang diterima mahasiswa yang lolos akan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku bagi mitra BPS lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak BPS Pamekasan belum memberikan keterangan resmi lebih lanjut terkait perbedaan antara kuota yang ditawarkan dengan jumlah mahasiswa yang dinyatakan lolos sebagai surveyor. Klarifikasi terkait kekurangan jumlah tersebut masih ditunggu. (KB/Rosy)

















