Scroll untuk melanjutkan membaca
Pemerintahan

Teras Pasar 17 Pamekasan Ambruk, Disperindag : Kayu Sudah Lapuk Faktor Usia

Avatar
×

Teras Pasar 17 Pamekasan Ambruk, Disperindag : Kayu Sudah Lapuk Faktor Usia

Sebarkan artikel ini
Bahu membahu, Pengelola dan Pedangan Swadaya Memperbaiki Kerusakan Teras Pasar 17, (Foto/Kurdi)
Oplus_0
previous arrow
next arrow

Pamekasan – Teras bagian selatan Pasar 17 (Pasar Bher’e) Pamekasan dilaporkan ambruk pada minggu, (24/5) malam sekitar pukul 21.30 WIB. Beruntung, dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa karena terjadi saat aktivitas pasar sudah sepi.

Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pamekasan, Handiko Bayuadi, menjelaskan bahwa ambruknya teras tersebut disebabkan oleh faktor usia bangunan yang sudah cukup tua.

BACA JUGA :  DPRD Pamekasan Bakal Panggil DP3A Soal Serapan Anggaran Pulsa Rp1,9 M Kader KB

“Ini kemungkinan besar karena usia. Bahannya dari kayu dan sudah mulai lapuk. Yang roboh itu hanya bagian tertentu saja, istilahnya ‘kandhel’,” ungkap Handiko, (26/5/2026).

Ia menyebutkan, bangunan pasar tersebut telah berdiri sejak sekitar tahun 2009 atau telah berusia kurang lebih 16 tahun. Kondisi material yang mulai rapuh menjadi penyebab utama runtuhnya bagian teras tersebut.

BACA JUGA :  Formaasi Adukan Penyalahgunaan Mobdin ke Polres, Inspektorat Pamekasan bakal Telusuri

Meski demikian, pihaknya memastikan tidak ada korban dalam kejadian itu. “Alhamdulillah tidak ada korban sama sekali karena kejadiannya malam hari saat tidak ada aktivitas di pasar,” tambahnya.

Saat ini, pihak pengelola pasar bersama para pedagang melakukan perbaikan sementara secara swadaya untuk mengantisipasi kerusakan lebih lanjut. Langkah ini diambil karena keterbatasan anggaran yang dimiliki pemerintah daerah.

BACA JUGA :  Enam Sekolah di Pamekasan Dipastikan Dapat Revitalisasi, Penerima Masih Rahasia ?

Kemudian, kerugian akibat insiden tersebut tidak belum bisa ditaksir. Handiko mengaku belum dapat memastikan nilai kerugian secara pasti.

“Itu bukan ranah kami untuk memastikan. Nanti ada bagian aset yang menghitung,” tutupnya, (KB/Rosy)

Oplus_0
previous arrow
next arrow