Scroll untuk melanjutkan membaca
Pendidikan

Workshop Digitalisasi Numerasi, FKIP UNIRA Perkuat Pengembangan Pembelajaran

Avatar
×

Workshop Digitalisasi Numerasi, FKIP UNIRA Perkuat Pengembangan Pembelajaran

Sebarkan artikel ini
Sukses : Kegiatan Workshop yang Digelar KKG Wilayah Kerja 2 Kabupaten Sampang, Berlangsung Lancar, (Foto/Dok. Terukur.id)

Sampang – Keterlibatan perguruan tinggi menjadi sorotan utama dalam Workshop Penguatan Digitalisasi Pembelajaran Numerasi yang Menyenangkan tahun 2026. Kegiatan ini digelar Kelompok Kerja Guru (KKG) “Lumba-lumba” wilayah kerja 2 Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang.

Dalam kegiatan ini, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Madura (Unira) hadir tidak hanya sebagai narasumber, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam pengembangan pembelajaran di sekolah.

Peran kampus terlihat sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan kegiatan. Akademisi asal FKIP Unira terlibat dalam merancang konsep workshop, menyusun materi pelatihan, hingga memberikan pendampingan langsung kepada para guru dalam mengembangkan model pembelajaran numerasi berbasis digital.

BACA JUGA :  Dikukuhkan Menag Nasaruddin, UIN Madura Kembali Tambah Dua Guru Besar

Ketua K3S Camplong sekaligus ketua panitia, Fadlan, M.Pd., menegaskan bahwa kolaborasi dengan kampus menjadi kunci dalam memastikan transformasi digital di sekolah berjalan secara terarah dan berbasis kajian ilmiah.

Menurutnya, kehadiran akademisi memberikan nilai tambah yang signifikan, terutama dalam penguatan konsep, metodologi pembelajaran, serta evaluasi implementasi teknologi seperti Interactive Flat Panel (IFP) di ruang kelas.

“Dengan keterlibatan kampus, guru tidak hanya belajar menggunakan teknologi, tetapi juga memahami bagaimana merancang pembelajaran yang efektif dan terukur secara akademik,” ujarnya.

BACA JUGA :  PGRI Pamekasan Minta Pemerintah Kaji Ulang Wacana Pengangkatan SPPG Jadi PPPK

Sementara itu, Dekan FKIP Universitas Madura, Dr. Moh. Zayyadi, M.Pd., menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk hadir langsung dalam menjawab kebutuhan pendidikan di lapangan.

Ia menjelaskan bahwa keterlibatan FKIP Unira dalam workshop ini merupakan bagian dari komitmen kampus dalam membangun ekosistem pendidikan berbasis kolaborasi.

“Kampus tidak boleh hanya berhenti pada transfer pengetahuan. Kami hadir sebagai mitra pengembang yang akan terus mendampingi sekolah, mulai dari perencanaan, implementasi, hingga evaluasi pembelajaran digital,” tegasnya.

BACA JUGA :  Fatayat NU Pamekasan Tekankan Pentingnya Mencetak Generasi Hebat dan Berdaya Saing

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa program ini akan berlanjut melalui skema sekolah binaan berbasis digitalisasi, di mana kampus akan secara berkelanjutan melakukan pendampingan kepada guru dalam mengembangkan perangkat ajar, model pembelajaran numerasi digital, serta inovasi pembelajaran lainnya.

Melalui keterlibatan aktif perguruan tinggi, workshop ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara dunia akademik dan praktisi pendidikan. Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam menciptakan pembelajaran numerasi yang lebih inovatif, adaptif, dan berbasis teknologi di Kabupaten Sampang. (KB/Rosy)

IMG-20260504-WA0013
previous arrow
next arrow