Pamekasan – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Madura, Dr. H. Saiful Hadi, menilai kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan yang melarang pedagang kaki lima (PKL) berjualan di area Monumen Arek Lancor sudah tepat.
Menurutnya, kawasan Arek Lancor merupakan ruang terbuka hijau (RTH) yang memiliki fungsi penting sebagai pusat kegiatan masyarakat, sekaligus menjadi area yang terintegrasi dengan sejumlah fasilitas umum, seperti perkantoran, tempat ibadah, museum, dan sarana publik lainnya.
“Arek Lancor ini memang sudah tepat difungsikan sebagai ruang terbuka hijau. Oleh karena itu, kebijakan pemerintah untuk menata kawasan ini perlu didukung bersama,”ungkapnya, (29/10/2025).
Oleh karena itu, Saiful menyarankan agar pemerintah daerah memanfaatkan semaksimal mungkin keberadaan fasilitas yang ada untuk mengembangkan program-program edukatif dan kebudayaan, utamanya fasilitas museum di kawasan Arek Lancor agar lebih menarik dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
“Apalagi di area itu ada museum, maka penting bagi pemerintah untuk bisa dikembangkan agar menjadi pusat edukasi sejarah dan budaya bagi warga Pamekasan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Saiful berharap agar kebijakan penertiban PKL di kawasan Arek Lancor tetap dipertahankan, mengingat masih banyak lokasi lain yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan ekonomi masyarakat tanpa mengganggu fungsi RTH.
“Kebijakan ini perlu dijaga konsistensinya. Pemerintah bisa mengarahkan para pedagang ke tempat lain yang telah disediakan, sehingga kepentingan ekonomi dan penataan kota bisa berjalan seimbang tentunya,” pungkasnya. (farid/rosyi)
























