Scroll untuk melanjutkan membaca
Ekonomi

Program MBG Dorong Peternak Ayam Layer Lokal di Pamekasan Terhindar Kerugian

Avatar
×

Program MBG Dorong Peternak Ayam Layer Lokal di Pamekasan Terhindar Kerugian

Sebarkan artikel ini
Kunjungan Kepala SPPG Kabupaten Pamekasan, Nurul Hidayat, di Kandang Ayam Layer Milik Taufiq, (Foto/Kurdi)

Pamekasan – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) nampaknya menjadi salah satu pendorong utama peningkatan UMKM lokal, khususnya bagi para peternak ayam petelur atau ayam layer di Kabupaten Pamekasan.

Hal itu disampaikan oleh Taufik, supplier telur sekaligus pemilik ternak ayam petelur di Desa Lebbek, Kecamatan Pakong, saat menerima kunjungan Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Pamekasan, Nurul Hidayat.

Menurut Taufik, keberadaan program MBG memberikan dampak positif terhadap keberlangsungan usaha peternak lokal, terutama dalam hal kepastian pasar dan penyerapan hasil produksi.

“Dengan adanya program ini, kami sebagai peternak sangat terbantu. Ketika harga pasar turun dan penjualan sepi, hasil produksi kami tetap terserap,” ujarnya.

BACA JUGA :  Genjot Konsumsi Ikan, Diskan Pamekasan Naikkan Target Produksi Olahan Ikan 2,5 Persen pada 2026

Ia menjelaskan, selama ini tantangan utama peternak adalah fluktuasi harga telur yang tidak sebanding dengan biaya produksi yang terus meningkat. Namun, dengan adanya keterlibatan dalam program pemerintah, peternak memiliki peluang untuk menjaga stabilitas usaha.

Lebih lanjut, Taufik menegaskan bahwa peningkatan UMKM lokal tidak hanya terjadi pada satu peternak saja, melainkan secara kolektif. Di wilayah Desa Lebbek, terdapat sekitar 4 hingga 5 peternak yang saling bersinergi untuk memenuhi kebutuhan pasar, termasuk untuk program MBG.

“Di sini kami tidak berjalan sendiri. Ada beberapa peternak lain dengan kapasitas besar, jadi ketika ada permintaan meningkat, kami bisa saling mendukung. Ini membuka peluang untuk berkembang bersama,” jelasnya.

BACA JUGA :  Pojok Statistik UIN Madura Kerja Sama dengan BPS Pamekasan untuk Sensus Ekonomi 2026

Ia juga menilai, keterlibatan UMKM lokal dalam rantai pasok program pemerintah dapat mendorong peningkatan kapasitas produksi, kualitas produk, serta profesionalisme peternak.

Selain itu, kebijakan untuk memprioritaskan produk lokal dibandingkan pasokan dari luar daerah dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat ekonomi daerah.

“Kami berharap produk lokal terus diprioritaskan. Kalau permintaan meningkat, otomatis kami juga akan meningkatkan produksi dan kualitas. Ini sangat baik untuk perkembangan UMKM,” tambahnya.

Taufik juga menyatakan kesiapan untuk memperluas skala usaha apabila permintaan terus meningkat, termasuk dengan memperkuat kolaborasi antar peternak di tingkat desa.

BACA JUGA :  Kerakusan dan Luka Alam: Cermin Buram Tambang Ilegal Galian C di Pamekasan

Sementara itu, Kepala SPPG Pamekasan, Nurul Hidayat, menegaskan bahwa pihaknya sengaja melakukan kunjungan langsung ke kandang peternak sebagai bentuk dukungan terhadap UMKM lokal.

“Kami ingin memastikan bahwa kebutuhan program dipenuhi oleh pelaku usaha lokal. Ini bagian dari upaya mendorong UMKM agar tumbuh, berkembang, dan mampu bersaing,” ungkapnya.

Dengan adanya sinergi antara pemerintah dan peternak lokal, program MBG diharapkan tidak hanya meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan di Kabupaten Pamekasan. (KB/Rosy)

IMG-20260504-WA0013
previous arrow
next arrow