Scroll untuk melanjutkan membaca
Berita

Satpol PP dan Damkar Pamekasan Waspadai Lonjakan Kebakaran Saat Kemarau Ekstrem

Avatar
×

Satpol PP dan Damkar Pamekasan Waspadai Lonjakan Kebakaran Saat Kemarau Ekstrem

Sebarkan artikel ini

Pamekasan – Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Pamekasan, memprediksi terjadinya peningkatan angka kebakaran sepanjang 2026.

Hal itu menyusul prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait dampak fenomena El Nino tahun ini.

Kepala Satpol-PP dan Damkar Pamekasan, Yusuf Wibiseno mengungkapkan, fenomena El Nino yang diprediksi terjadi oleh BMKG akan berdampak pada meningkatnya suhu dan berkurangnya curah hujan, sehingga memicu kerawanan kebakaran di berbagai wilayah setempat.

Menurutnya, dampak yang paling memungkinkan selama kemarau adalah meningkatnya angka kebakaran, baik di lahan kering, rawa, maupun kawasan permukiman.

BACA JUGA :  Halal Bihalal AJP Dikemas dengan Santai, Irul Tegaskan Pemerintah Tak Anti Kritik

“Dampak yang paling memungkinkan terjadi adalah meningkatnya angka kebakaran lahan, rawa dan kebakaran lainnya,” ungkapnya, Selasa (5/5/2026).

Sebagai langkah antisipasi, pihaknya mengaku telah menyiapkan beberapa langkah strategis. Selain meningkatkan kemampuan personel, menambah jumlah sumber daya manusia (SDM) di sektor pemadam kebakaran.

Kesiapan sarana dan prasarana (sarpras) turut diperkuat guna memastikan respons cepat saat terjadi insiden kebakaran di sejumlah wilayah.

Tidak hanya itu, Yusuf menegaskan bahwa pihaknya juga telah melakukan koordinasi  intensif dengan organisasi perangkat daerah (OPD) yang memiliki fasilitas tangki air dalam mendukung percepatan penanganan kebakaran di lapangan.

BACA JUGA :  Tunjangan Gubernur dan Wakil Gubernur Tembus Rp2,6 M, Aktivis Jatim: Harusnya Bisa Sejahterakan Rakyat

Dengan berbagai upaya tersebut, Yusuf berharap risiko kebakaran akibat kemarau ekstrem dapat ditekan.

“Upaya pencegahan dilakukan melalui pendekatan persuasif. Sosialisasi dan edukasi digencarkan ke satuan pendidikan dan masyarakat guna meningkatkan kesadaran terhadap bahaya kebakaran serta pentingnya langkah pencegahan dini,” terangnya.

Sementara itu, Kabid Damkar Satpol PP dan Damkar Pamekasan, Misyanto mengatakan, untuk jumlah petugas yang akan ditugaskan dalam antisipasi terjadinya kebakaran pada tahun ini sama seperti tahun 2025 lalu, yakni sebanyak 44 personil.

BACA JUGA :  Bersih-bersih, 60 Warga Tanjung Priok Ikuti Program Padat Karya

Dari jumlah tersebut, 9 personel bertugas dalam regu lima hari kerja, sementara masing-masing 8 personel ditempatkan pada regu satu hingga regu empat.

Selain itu, terdapat personel tambahan yang tergabung dalam Srikandi dan relawan kebakaran (Redkar) aktif.

Selain itu, Misyanto mencatat bahwa sepanjang 2025 lalu terdapat 112 kasus kebakaran yang terjadi di 13 kecamatan di  Pamekasan.

Data tersebut menjadi perhatian serius untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi lonjakan kebakaran di tahun ini.

“Pada tahun ini, jumlah personil yang disiagakan tetap sama sebagaimana terlampir,” tutupnya. (farid/rosy)

IMG-20260504-WA0013
previous arrow
next arrow