Pamekasan – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Pantura (Formatur) menggelar aksi demonstrasi jilid II di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan, Selasa (28/10/2025) pagi.
Mereka menuntut adanya transparansi realisasi pelaksanaan program beasiswa santri dan bantuan khusus siswa miskin tahun 2024 lalu.
Dalam aksi itu, koordinator aksi Mahendra menyampaikan, program beasiswa santri dan bantuan bagi siswa miskin merupakan langkah positif pemerintah daerah dalam membantu masyarakat kurang mampu.
Namun, pihaknya menilai perlu adanya kejelasan terkait realisasi dan penyaluran program tersebut agar benar-benar tepat sasaran.
“Program ini sangat membantu santri dan siswa miskin di Pamekasan, tapi kami menuntut adanya transparansi penyaluran agar dampaknya benar-benar dirasakan oleh yang berhak. Apalagi, kami menduga pelaksanaannya menyimpang dari aturan yang ada,” ujarnya.
Selain tuntutan itu, Mahendra juga meminta agar dinas terkait melalui Pembuat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) memberikan kejelasan daftar penerima dari program yang dilaksanakan.
Menurutnya, hingga kini tidak ada kejelasan mengenai siapa saja penerima dan bagaimana mekanisme penyaluran yang dilakukan oleh pihak dinas.
“Kami menduga pelaksanaan program tersebut tidak tepat sasaran dan banyak dimanipulasi, karena itu, kami meminta adanya daftar penerima serta bukti mutasi pengiriman ke rekening penerima,” tambahnya.
Selain menuntut transparansi, para mahasiswa juga mendesak agar PPTK yang bertanggung jawab atas pelaksanaan program itu segera mengundurkan diri dari jabatannya karena dinilai gagal menjalankan tugas secara profesional dan akuntabel.
Sementara itu, Kepala Disdikbud Pamekasan, Mohamad Alwi berjanji akan menindaklanjuti aspirasi mahasiswa.
Ia juga membuka ruang bagi aktivis untuk memperoleh data secara resmi melalui mekanisme permohonan informasi publik.
“Saya akan menindaklanjuti dulu. Sementara, yang berkaitan dengan data transparansi mengenai penerima, alamat, dan bukti mutasi rekening, silakan aktivis mengajukan permohonan data ke Disdikbud Pamekasan,”pungkasnya. (farid/rosyi)


















