Pamekasan – Manajemen Madura United memiliki catatan serius atas performa tim selama kompetisi BRI Super League 2025/2026. Catatan belum pernah sekalipun menang di laga kandang, menjadi salah satu atensi khusus manajemen Laskar Sape Kerrab.
Manajer Madura United Umar Wahcdim mengatakan, evaluasi wajib selalu dilakukan dalam mengarungi kompetisi. Terlepas dari hasil setiap laga yang dilakoni, pihaknya selalu memberikan evaluasi atas performa tim.
Saat ini kata Umar, manajemen tengah fokus mengevaluasi hasil minor tim asuhan Angel Alfredo Vera pada laga kandang.
Dimana, pada empat laga kandang yang dilakoni Laskar Sape Kerrab di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan (SGMRP) Pamekasan musim ini, Madura United belum pernah sekalipun memetik kemenangan.
“Terlepas dari hasil menang atau kalah, evaluasi tentu kita lakukan, terlebih tidak pernah menang di kandang, itu menjadi bahan evaluasi yang maksimal bagi kita,” terang Umar, Rabu (29/10/2025).
Secara spesifik Umar enggan menitikberatkan evaluasi kepada individu ataupun jajaran tim pelatih. Ia mengaku, performa tim saat ini belum sesuai harapan bersama.
Bahkan menurutnya, manajemen sudah memikirkan rencana rotasi beberapa pemain, termasuk performa pemain asing yang belum maksimal.
Apalagi secara kuota, Madura United masih punya kesempatan untuk menambah pemain asing baru.
“Kemudian juga pemain lokal kami, ada beberapa yang mungkin karena faktor usia dan kesempatan termasuk performa, kami bisa berikan mereka jam terbang lagi,” katanya.
Umar menegaskan, saat ini Manajemen Madura United sangat terbuka terhadap masukan maupun kritik dari seluruh elemen Madura United.
Termasuk kritik dan masukan dari elemen suporter. Ia menegaskan, Madura United tidak bisa melepaskan diri dari supporter sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari klub.
“Kami ada karena mereka, mereka ada karena kami, artinya ini simbiosis yang tentu saja kritik itu selama disampaikan dengan cara yang santun tanpa harus mendeskripsikan individu per individu tentunya kami akan menerimanya dengan lapang dada dan menjadikan itu bagian dari saran yang membangun,” tutupnya. (adim/rosyi)


















