Oleh: Siswadi Sejagat (Ketua GARI Madura)
Fenomena maraknya rokok ilegal di Madura bukan lagi sekadar persoalan ekonomi bawah tanah, melainkan sudah menjelma menjadi masalah struktural yang melibatkan berbagai kepentingan besar.
Di balik peredaran rokok tanpa pita cukai, tersimpan jejaring kuat yang diduga dilindungi oleh elit-elit politik tertentu.
GARI Madura menilai, sulit rasanya industri rokok ilegal bisa bertahan begitu lama dan meluas tanpa adanya “beking” dari pihak berpengaruh.
Para pelaku lapangan hanyalah bagian kecil dari rantai besar yang diatur dengan rapi—sementara di atasnya ada tangan-tangan kekuasaan yang berfungsi sebagai pelindung, bahkan pengatur arus distribusi dan keamanan bisnis gelap tersebut.
Indikasi keterlibatan elit politik semakin jelas ketika penegakan hukum berjalan tidak konsisten.
Ada kasus yang tiba-tiba hilang, ada pelaku yang bebas begitu saja, sementara petani tembakau dan pekerja pabrik kecil terus menjadi kambing hitam.
Situasi ini memperlihatkan bahwa hukum bisa tumpul ke atas dan tajam ke bawah—selama kepentingan politik ikut bermain di dalamnya.
GARI Madura mendesak aparat penegak hukum dan pemerintah pusat untuk membuka tabir keterlibatan elit politik di balik bisnis rokok ilegal.
Jangan biarkan Madura menjadi ladang permainan segelintir orang yang mencari untung dari pelanggaran hukum dan penderitaan rakyat kecil.
Sudah saatnya pemerintah serius menertibkan bukan hanya pelaku lapangan, tetapi juga aktor intelektual di balik semua ini.
Jika negara ingin memberantas rokok ilegal secara tuntas, maka keberanian untuk menyentuh kalangan elit yang selama ini menjadi “beking” adalah langkah pertama yang tidak bisa ditawar.
“Berantas rokok ilegal dengan keberanian dan keadilan!”. (rosyi)


















