Scroll untuk melanjutkan membaca
Headline

Curhat H. Her Angkat Harga Tembakau dan Kesejahteraan Petani, Hasil Kolaborasi Bersama 350 Pesantren di Madura

Avatar
×

Curhat H. Her Angkat Harga Tembakau dan Kesejahteraan Petani, Hasil Kolaborasi Bersama 350 Pesantren di Madura

Sebarkan artikel ini
KOMITMEN: CEO Bawang Mas Grup Bawang Mas Center (BMC) Pamekasan, KRT. H. Khairul Umam Handinagoro atau H. Her, menegaskan komitmen untuk terus berjuang demi tingkatkan kesejahteraan petani di Madura.

Pamekasan – Melalui kolaborasi antara kalangan pengusaha dan ratusan pondok pesantren, Owner Bawang Mas Center (BMC) Pamekasan, KRT. H. Khairul Umam Handinagoro atau H. Her menunjukkan komitmen membantu tingkatkan kesejahteraan petani tembakau.

Dikatakan H. Her, komitmen tersebut berangkat dari keprihatinan terhadap kondisi petani tembakau beberapa tahun lalu.

Scroll untuk melanjutkan membaca
Scroll untuk melanjutkan membaca

H. Her mengaku dirinya  pernah mendapat masukan dari seorang ulama terkait kondisi petani tembakau yang tidak kunjung merasakan nikmatnya hasil pertanian yang dilakukan.

Akibat kondisi tersebut, ia menilai hal itu berdampak luas sehingga membuat banyak orang tua kesulitan membiayai pendidikan anak-anak mereka hingga kondisi rumah yang kurang layak.

BACA JUGA :  Lantik PPPK, Bupati Pamekasan Tekankan Integritas dan keikhlasan dalam Bekerja

Berangkat dari situasi itu, H. Her bersama para ulama berinisiatif menggalang dana untuk membeli tembakau petani dengan harga yang lebih menguntungkan.

“Saya pernah dipanggil oleh K. Rofi’i Baidhowi Pengasuh PP. Al-Hamidy Banyuanyar Pamekasan. Dari itu, muncul inisiatif iuran dari para donatur, termasuk pondok pesantren, ada yang menyumbang  puluhan juta hingga miliaran rupiah. Semua ini demi memastikan petani tidak terus dirugikan,” cerita H. Her saat menghadiri salah satu kegiatan pada Minggu (5/4/2026) lalu.

Ia menceritakan, semula dana yang dikelola untuk membeli hasil panen tembakau hanya berkisar di angka Rp3,1 miliar.

BACA JUGA :  Polisi Buru Pelaku Pembuang Bayi yang Ditemukan Meninggal di Pegantenan

Dana tersebut berhasil menyerap sekitar 60 ton tembakau. Sementara hasil penjualan yang dilakukan, dana tersebut kini berkembang menjadi Rp4,133 miliar.

Karena itu, H. Her menilai bahwa pesantren mempunyai peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di Madura.

Sedikitnya ada 350 pondok pesantren yang turut terlibat dalam menghimpun modal untuk membantu masyarakat, terutama dalam menjaga stabilitas harga tembakau.

“Petani harus tahu bahwa pesantren memiliki andil besar dalam membangun perekonomian di Madura. Dana yang kami kelola ini murni dari pesantren dan para pengusaha, bukan dari praktik yang melanggar hukum seperti mencuri, maupun merampok,” tambahnya.

BACA JUGA :  Penegakan Perda Tataniaga Tembakau Terbatas Anggaran, Satpol PP Pamekasan: Razia Tembakau Luar Tak Jalan

H. Her bersyukur perjuangan yang dilakukan bersama para ulama membuahkan hasil.

Dalam kurun waktu empat tahun terakhir, para petani tembakau dinilai mampu meraih keuntungan secara konsisten, sehingga kemampuan ekonomi petani tembakau meningkat serta pendidikan anak-anaknya semakin terjamin.

Langkah ini, tegas H. Her, bukan sekadar bisnis, melainkan bagian upaya bersama dalam membantu pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Hasil dari penjualan, kami gunakan membantu lembaga pendidikan hingga perbaikan rumah tidak layak huni. Tujuan kami jelas, membantu pemerintah membangun ekonomi, mengurangi kemiskinan, dan memastikan anak-anak dari keluarga petani tetap bisa sekolah,” tegasnya. (farid/rosy)

IMG-20260406-WA0021
previous arrow
next arrow