Pamekasan – Bupati Pamekasan, KH. Kholilurrahman menegaskan tidak akan menempuh jalur hukum terkait viralnya rekaman percakapan dirinya dengan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Pamekasan, Ach Kusairi, di platform media sosial Tiktok.
Menurutnya, rekaman tersebut ramai diperbincangkan masyarakat karena membahas rencana relokasi proyek infrastruktur desa.
Dalam pernyataannya Bupati Pamekasan menyebut keputusan itu diambil sebagai bentuk tanggung jawab dan kepeduliannya terhadap masyarakat yang dipimpinnya saat ini.
“Saya tidak terbiasa mencari siapa yang membocorkan. Saya tidak masalah, biasa saja. Mereka warga Pamekasan, saya juga orang tua di sini. Masak saya mau melaporkan anak saya sendiri,” ungkapnya, Rabu (15/10/2025).
Selain itu, Kholilurrahman menilai viralnya rekaman tersebut justru bisa berdampak positif jika disikapi dengan bijak oleh setiap elemen masyarakat.
Ia menegaskan bahwa percakapan yang terjadi hanyalah bagian komunikasi internal pemerintah dalam mencari solusi terbaik.
Hal itu dikarenakan proyek infrastruktur yang direncanakan akan dilaksanakan di Desa Kramat, Kecamatan Tlanakan, namun belum siap untuk dikerjakan, sehingga muncul opsi relokasi ke Desa Jarin, Kecamatan Pademawu.
Dengan demikian, orang nomor satu di lingkungan Pemkab Pamekasan ini menilai, bahwa mencari alternatif lokasi merupakan bagian dari upaya mempercepat pembangunan demi kepentingan masyarakat.
“Saya tidak memaksa kok. Kita bicara baik-baik, tidak ada yang sakit hati. Kalau dibaca dengan kepala dingin tanpa niat jelek, pasti bisa dipahami,” pungkasnya.
Kholilurahman mengimbau agar masyarakat tidak mudah terprovokasi dan tetap mendukung program pembangunan yang sedang berjalan di Kabupaten Pamekasan. (farid/rosyi)


















