Pamekasan – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan Saifudin, mengklaim kasus campak di wilayahnya mengalami tren penurunan kasus dalam beberapa minggu terakhir berkat penanganan yang terus dilakukan, termasuk peningkatan cakupan imunisasi.
Saifudin menyebut bahwa sejak minggu ke-39, yang menjadi puncak kasus campak di Pamekasan, tren suspek campak kini mulai menurun. Meski demikian, dampak kasus sebelumnya masih dirasakan.
“Saat ini ada sekitar 12 orang meninggal, sementara yang masih dirawat ada sekitar 13 orang, baik di RSUD maupun di puskesmas. Untuk imunisasi masih kami lanjut melalui program Imunisasi kejar,” ungkapnya, Kamis (20/11/2025).
Walaupun situasi menunjukkan perbaikan, pihaknya tetap mengimbau masyarakat agar tetap waspada. Orang tua diharapkan memastikan anak-anak mereka telah mendapatkan imunisasi campak secara lengkap.
“Meskipun mengalami penurunan, kita tetap imbau agar tetap hati-hati,” tandasnya.
Diungkapkan, cakupan imunisasi tambahan serentak (ITAS) campak di daerahnya hingga saat ini belum mencapai target yang ditetapkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, yakni 95 persen.
Sementara Pamekasan baru mampu mencapai cakupan sebesar 91,4 persen, yakni dari target sasaran imunisasi 61.437 anak baru tercapai 56.151 anak.
Ia menjelaskan bahwa pemberian imunisasi campak dilakukan di seluruh posyandu dan puskesmas, baik dari tingkat kelurahan, kampung, hingga distrik.
Program ini telah dimulai sejak September dan masih berlangsung untuk mengejar ketertinggalan cakupan imunisasi.
“Dari target yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat, kami saat ini sudah mencapai 91,4 persen,” pungkasnya. (farid/rosyi)


















