Pamekasan – Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah dan Tenaga Kerja (Diskop UKM dan Naker) Pamekasan, menargetkan ada sekitar 30 hingga 50 perusahaan yang akan ikut andil dalam pelaksanaan job fair yang direncanakan kembali digelar pada Juni 2026 mendatang.
Puluhan perusahaan tersebut diharapkan mampu membuka peluang kerja yang luas, sekaligus menyerap sumber daya manusia (SDM) di wilayah setempat.
Kepala Diskop UKM dan Naker Pamekasan, Achmad Sjaifudin, mengatakan bahwa pelaksanaan job fair baru dapat digelar pada tahun ini setelah di 2025 lalu batal dilaksanakan akibat anggaran yang belum memadai yang berkisar di angka Rp50 juta.
Sementara di tahun ini, alokasi anggaran lebih tinggi mencapai sekitar Rp100 juta dan dinilai lebih memadai untuk pelaksanaan kegiatan secara tatap muka di Pamekasan.
“Dengan anggaran job fair tahun ini yang mengalami peningkatan, kami optimistis job fair bisa dilaksanakan secara langsung, atau tatap muka,” katanya, Senin (19/1/2026).
Sjaifudin menambahkan, pelaksanaan job fair secara tatap muka dinilai sangat penting untuk memberi kesempatan bagi perusahaan bertemu langsung dengan para pencari kerja.
Dengan begitu, perusahaan dapat melihat kualitas, kompetensi, serta keseriusan pencari kerja sesuai kebutuhan yang dibutuhkan.
Kendati demikian, Diskop UKM dan Naker Pamekasan mengaku masih membahas teknis pelaksanaan, termasuk durasi dan lokasi kegiatan yang akan dilaksanakan.
Namun, Sjaifudin menyebut idealnya job fair berlangsung minimal selama dua hari.
“Pelaksanaan secara tatap muka sudah pasti, hanya saja apakah nanti dilakukan di dalam gedung atau di luar gedung masih kami kaji di internal,” tambahnya.
Selain mengandalkan job fair, Sjaifudin juga mengaku telah melakukan berbagai langkah strategis untuk menyerap tenaga kerja di Pamekasan, termasuk dengan memaksimalkan penyebaran informasi lowongan kerja melalui media sosial, serta pemanfaatan aplikasi siap kerja yang disediakan pemerintah.
Ia mengungkapkan, saat ini sudah ada sejumlah perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja dan tidak menunggu hingga pelaksanaan job fair di gelar pada beberapa bulan mendatang.
Karena itu, ia meminta masyarakat untuk aktif memantau informasi lowongan kerja yang tersedia secara daring.
“Ada dua pola yang kami jalankan dalam penyerapan tenaga kerja di Pamekasan, yakni melalui informasi lowongan kerja di media sosial dan aplikasi, serta melalui program job fair yang akan kami laksanakan beberapa bulan mendatang,” pungkasnya. (farid/rosyi)


















