Pamekasan – Di tengah berkembangnya tren wirausaha modern, seorang pemuda asal Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, membuktikan bahwa sektor peternakan tetap menjanjikan bila dikelola dengan ilmu dan strategi yang tepat.
Hal itu yang saat ini dibuktikan oleh Fikri. Pemuda asal Dusun Gantongan, Desa Bettet, Pamekasan ini, sukses mengembangkan potensi peternakan melalui NAKA Farm yang fokus pada budidaya bebek petelur.
Fikri mulai menekuni usaha sejak Oktober 2023. Dengan tekad kuat dan semangat belajar, ia meneguhkan prinsip bahwa dunia peternakan tidak cukup hanya dengan meniru orang lain.
“Harus punya ilmunya dulu, baru kita praktekkan. Kalau hanya ikut-ikutan tanpa tahu konsepnya, bisa rugi,” ungkapnya saat ditemui di lahan peternakan yang sedang dikembangkan, Selasa (23/9/25).
Meski sekadar berwirausaha di sektor peternakan, namun Fikri tidak ingin usaha yang dirintis dari nol itu gagal.
Oleh karenanya, Fikri terus wawasan dengan berbagai literasi tentang sektor peternakan.
Berbekal pengetahuan dasar peternakan, Fikri kemudian fokus pada kualitas, mulai dari pembelian bibit unggul, manajemen pemeliharaan kandang, hingga penyediaan pakan berkualitas.
Tidak hanya berhenti di teknis produksi, ia juga membangun strategi pemasaran sendiri. Melalui media sosial seperti TikTok dan Facebook, NAKA Farm mulai dikenal masyarakat luas dan mendapatkan pasar yang stabil.
Bagi Fikri, kesuksesan peternakan bukan semata tentang keuntungan, melainkan juga tentang membangun mindset yang benar.
Ia berpesan khusus untuk anak muda generasi Z agar tidak ragu terjun ke dunia peternakan.
“Belajarlah sungguh-sungguh sejak sekarang, pahami dunia peternakan secara milenial, dan perbanyak komunikasi di lapangan,” tuturnya.
Kini, NAKA Farm menjadi salah satu contoh bagaimana peternakan tradisional bisa bertransformasi dengan sentuhan milenial.
Dengan inovasi, pemanfaatan teknologi digital, dan semangat belajar, Mas Fikri membuktikan bahwa anak muda juga bisa sukses di bidang yang sering dianggap kuno oleh sebagian generasi muda.
“Terus asah wawasan wirausaha, dan jangan sampai kita bekerja untuk uang, tapi biarkan uang bekerja untuk kita,” tutupnya. (*/rosyi)


















