Pamekasan – Pemerintah Kabupaten Pamekasan menargetkan program Universal Health Coverage (UHC) mulai dilaksanakan pada November 2026. Persiapan dan komunikasi dengan berbagai pihak akan dilakukan bulan Oktober ini.
Target tersebut disampaikan Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman usai rapat paripurna DPRD Pamekasan dengan agenda penyampaian pendapat akhir fraksi terhadap Raperda Perubahan APBD 2026, Rabu (30/9/2026).
Pemerintah daerah akan memanfaatkan Oktober untuk melakukan komunikasi dan menyelesaikan berbagai kebutuhan program. Hal itu dilakukan sebagai upaya program UHC bisa segera diterapkan.
“Saya berharap November sudah bisa dilaksanakan, karena itu harus mengendap satu bulan. Jadi Oktober ini dikomunikasikan,” kata Kholilurrahman.
Ia menjelaskan, salah satu perhatian dalam pelaksanaan UHC adalah cakupan kepesertaan dan tingkat keaktifan peserta. Menurutnya, sesuai ketentuan yang menjadi acuan pemerintah, cakupan kepesertaan harus mencapai 98 persen, sementara tingkat keaktifan peserta berada pada angka 80 persen.
Untuk mencapai target tersebut, pembiayaan tidak hanya akan mengandalkan APBD. Pemkab Pamekasan juga berencana mendorong kalangan pengusaha agar mendaftarkan para pekerjanya sebagai peserta BPJS Kesehatan maupun BPJS Ketenagakerjaan.
Langkah tersebut diharapkan dapat membantu memperluas cakupan kepesertaan jaminan kesehatan masyarakat di Pamekasan.
Sebelumnya, Pemkab Pamekasan juga mengalokasikan sekitar Rp66 miliar dari DBHCHT 2026 untuk memperkuat layanan kesehatan melalui program UHC. Dari anggaran tersebut, sekitar Rp41 miliar dialokasikan untuk penyelesaian tunggakan premi BPJS Kesehatan, sementara sisanya untuk membiayai peserta baru dalam program jaminan kesehatan daerah.
Persoalan akses layanan kesehatan menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah. Pada September 2026, Bupati juga meminta fasilitas kesehatan tetap memberikan penanganan kepada pasien dalam kondisi kritis tanpa membedakan status kepesertaan BPJS atau pasien umum.
Di sisi lain, rencana pelaksanaan UHC juga mendapat perhatian dari kelompok masyarakat. Terkait rencana aksi demonstrasi aktivis mengenai UHC yang dijadwalkan Kamis (1/10/2026), Kholilurrahman menyatakan siap menemui massa aksi apabila kondisi kesehatannya memungkinkan.
“Kalau enggak sakit saya pasti menemui,” ujarnya.
Dengan target tersebut, Oktober menjadi masa persiapan sebelum program UHC ditargetkan mulai berjalan pada November 2026. (KB/Rosy)
















