Pamekasan – Di balik nama besarnya sebagai Owner Bawang Mas (BM) Group, H. Khairul Umam alias Haji Her menyimpan kisah masa lalu yang penuh liku. Kisah kelam itu terungkap saat ia menyambangi SDN Kowel 3 Pamekasan, Rabu (21/10/2026).
Kunjungan tersebut bukan sekadar seremonial. Kedatangan Haji Her adalah wujud komitmen setelah sebelumnya Kepala SDN Kowel 3, Halidah, bersama jajaran guru bertandang ke Gudang Induk BM Group dalam agenda simposium untuk mengadukan kondisi sekolah.
Sekolah tersebut memang dalam kondisi memprihatinkan. Dari total ruang kelas yang ada, enam ruangan mengalami kerusakan parah. Bahkan, tiga ruang kelas di antaranya sudah tidak dapat digunakan sama sekali untuk kegiatan belajar mengajar karena membahayakan keselamatan siswa.
Tergerak oleh kondisi itu, Haji Her datang langsung dan menyerahkan bantuan berupa uang muka untuk rehabilitasi gedung yang rusak.
Kehadirannya disambut haru oleh para guru dan siswa. Suasana menjadi sangat menyentuh ketika seorang siswi bernama Leni maju membacakan puisi di hadapan Haji Her. Dalam bait puisinya, Leni menyandingkan sosok Haji Her dengan sahabat Nabi Muhammad SAW, Abdurrahman bin Auf, seorang hartawan yang dikenal karena kedermawanannya.
Momen haru berlanjut saat Halidah mengungkap sisi lain dari kehidupan sang pengusaha yang jarang diketahui publik.
Halidah menceritakan, sebelum menjadi pengusaha sukses seperti sekarang, Haji Her pernah hidup dalam keterbatasan dan berjuang keras menyambung hidup, bahkan sempat berjualan pulpen keliling.
Kisah itulah yang kini menjadi bahan bakar semangat berbaginya. Masa lalu yang melarat tidak membuatnya terpuruk, justru membentuk kepekaannya terhadap dunia pendidikan.
Menurut Halidah, kehadiran Haji Her di SDN Kowel 3 tidak hanya membawa harapan baru bagi perbaikan fasilitas pendidikan.
“Tetapi juga memberikan pelajaran berharga bagi para siswa bahwa keterbatasan masa lalu bukanlah penghalang untuk menjadi manfaat bagi sesama di masa depan,” tukasnya. (*/Rosy)














