Scroll untuk melanjutkan membaca
Lingkungan

Ironi Program MBG: Limbah Dapur SPPG di Pamekasan Belum Teruji, Baru 3 yang Lolos Baku Mutu

Avatar
×

Ironi Program MBG: Limbah Dapur SPPG di Pamekasan Belum Teruji, Baru 3 yang Lolos Baku Mutu

Sebarkan artikel ini
Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Pamekasan, Farhatin Syaifillah, (Foto/Kurdi)
Oplus_0
previous arrow
next arrow

Pamekasan – Di tengah belum jelasnya kepatuhan puluhan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG), hanya ada tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Pamekasan yang terbukti taat aturan dan peduli lingkungan.

Tiga SPPG tersebut telah menyelesaikan uji laboratorium Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan resmi melaporkan hasilnya ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pamekasan, serta dinyatakan memenuhi baku mutu.

Kepastian ini disampaikan Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Pamekasan, Farhatin Syaifillah, Rabu (1/10/2026).
“Yang sudah memenuhi baku mutu 3 SPPG,” kata Farhatin dengan nada apresiatif.

BACA JUGA :  Tabur Bunga di Makam Pahlawan, Kwarcab Pramuka Pamekasan Ajak Teladani Pejuang Terdahulu

Ketiga SPPG yang menjadi contoh baik tersebut adalah SPPG Bujur Tengah 1, Bugih 1, dan SPPG Klampar 2. Kepatuhan mereka membuktikan bahwa pengelolaan limbah dapur MBG yang aman dan sesuai standar itu sangat mungkin dilakukan.

DLH sendiri mengakui, hingga kini hanya tiga dapur itu saja yang melapor. Puluhan SPPG lainnya yang beroperasi di Pamekasan tidak diketahui status uji lab-nya.

“Ini yang ngirim data ke kami. Kami tidak tahu kalau mereka sudah nguji, tapi tidak dikirim ke kami. Bisa jadi mereka sudah uji lab, tapi hasilnya tidak dikirim ke DLH,” ujar Farhatin.
Artinya, ada dua kemungkinan buruk: puluhan SPPG lainnya belum melakukan uji lab sama sekali, atau sudah uji tapi sengaja tidak melapor ke DLH, sehingga tidak bisa diawasi kelayakannya.

BACA JUGA :  Usai Terima SK, PKB Pamekasan Tancap Gas Target Solid Hingga Desa

Padahal, DLH menyebut pembinaan langsung sudah sering dilakukan.
“Sudah disampaikan waktu pembinaan langsung ke SPPG,” tegasnya.

Jika 3 SPPG mampu membuktikan kepatuhan dan lolos baku mutu, mengapa puluhan SPPG lainnya tidak, Apakah mereka mengabaikan kewajiban lingkungan, Ataukah ada pembiaran.

BACA JUGA :  Asta Tinggi Terancam, PW Ansor Desak Polda Jatim Tindak Seluruh Pelaku Tambang Ilegal

Kini, tiga SPPG yang patuh tersebut layak menjadi teladan. Sementara puluhan SPPG lainnya yang masih bungkam, menjadi pekerjaan rumah besar DLH dan publik untuk terus ditagih komitmennya.

“Untuk menghimbau kembali belum ada rencana,” pungkas Farhatin.
Padahal, tanpa uji IPAL yang jelas, program pemenuhan gizi yang seharusnya menyehatkan anak bangsa justru berpotensi meninggalkan masalah baru yakni pencemaran lingkungan. (KB/Rosy)

Oplus_0
previous arrow
next arrow