Pamekasan — Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD Mohammad Noer Pamekasan, Senin (5/10/2026) sekitar pukul 16.30 WIB.
Didampingi Wakil Bupati Pamekasan Sukriyanto, Emil menyusuri sejumlah bagian rumah sakit untuk melihat secara langsung kondisi pelayanan sekaligus memastikan kebutuhan pasien dan masyarakat yang tengah menjalani perawatan pada fasilitas kesehatan milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim itu.
Emil juga menyempatkan diri menemui sejumlah pasien. Interaksi tersebut dilakukan untuk melihat pelayanan rumah sakit dari sisi masyarakat yang secara langsung menerima layanan kesehatan.
Emil mengatakan, kualitas pelayanan di RSUD Mohammad Noer harus menjadi perhatian dan terus ditingkatkan secara berkelanjutan.
“Yang utama adalah memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan yang maksimal. Kami ingin rumah sakit ini memberikan layanan yang baik, cepat, dan membuat pasien merasa nyaman selama mendapatkan perawatan,” kata Emil.
Ia juga meminta jajaran pengelola RSUD Mohammad Noer tidak berhenti melakukan evaluasi terhadap pelayanan yang diberikan.
Hal-hal yang sudah berjalan baik harus dipertahankan, sedangkan kekurangan yang ditemukan di lapangan perlu segera dibenahi.
“Pelayanan tidak boleh berhenti pada apa yang sudah dicapai. Yang sudah baik harus dijaga, sedangkan kekurangan harus segera ditindaklanjuti. Orientasinya tetap pada kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Selain meninjau pelayanan, Emil menyampaikan perkembangan pembangunan RSUD Mohammad Noer yang baru.
Pemprov Jatim saat ini tengah mempercepat pembangunan sekaligus melengkapi sejumlah fasilitas penunjang agar rumah sakit tersebut dapat segera difungsikan.
“Untuk RSUD Mohammad Noer yang baru, pembangunannya sekarang terus dikebut. Targetnya, pertengahan tahun depan sudah bisa mulai digunakan,” tandasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Pamekasan Sukriyanto menyambut baik perhatian Pemprov Jatim terhadap pelayanan kesehatan di Kabupaten Pamekasan.
Menurut Sukriyanto, kunjungan langsung pejabat pemerintah ke rumah sakit menjadi momentum penting untuk melihat kondisi pelayanan secara nyata, termasuk mendengarkan kebutuhan pasien maupun tenaga kesehatan.
“Dengan melihat langsung kondisi di lapangan, kita bisa mengetahui apa saja yang masih dibutuhkan dan apa yang perlu diperbaiki. Ini tentu menjadi perhatian bersama agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat semakin baik,” ungkapnya. (KB/Rosy)
















