Pamekasan – Di Pendopo Ronggosukowati Bupati Pamekasan KH Kholilurraman menggelar Doa Kebangsaan memperingati dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto – Wapres Gibran Rakabuming Raka, Selasa (20/10/2026) malam.
Acara yang dihadiri Ketua DPRD Pamekasan Ali Masykur, Kapolres Pamekasan AKBP Wahyu Hidayat, Dandim 0826/Pamekasan Letkol Kav Agus Wibowo Hendratmoko, serta seluruh pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Pamekasan. itu dimanfaatkan Bupati Pamekasan, Kholilurrahman, untuk menyampaikan refleksi kebangsaan.
Bupati menegaskan, usia dua tahun pemerintahan adalah momentum untuk memperkuat ikhtiar, bukan sekadar seremoni doa.
Menurut Kholilurrahman, tantangan bangsa ke depan jauh lebih besar. Isu kemiskinan, kualitas sumber daya manusia, hingga sempitnya lapangan kerja masih menjadi pekerjaan rumah yang harus dijawab dengan kerja kolektif.
“Doa itu penting, tapi tidak akan mengubah keadaan tanpa kerja. Masyarakat tidak butuh doa yang panjang-panjang saja, mereka butuh bukti bahwa pemerintah bekerja untuk hidup mereka yang lebih baik,” kata Kholilurrahman.
Ia juga menekankan, parameter suksesnya pemerintahan Prabowo-Gibran tidak diukur dari program yang dicanangkan di pusat, melainkan sejauh mana kebijakan itu dirasakan adil dan merata sampai ke desa-desa seperti di Pamekasan.
Pesan kedua yang ditekankan Bupati adalah soal persatuan. Di tengah derasnya arus informasi dan perbedaan pandangan di ruang digital, semangat Bhinneka Tunggal Ika harus terus dirawat.
“Menjaga Indonesia tetap utuh bukan tugas satu institusi. Ini tugas kita semua. Di rumah, di sekolah, di kantor, dan di media sosial. Jangan jadikan beda pilihan sebagai alasan untuk pecah,” tegasnya. (*/Rosy)














