Pamekasan – Pada acara Safari Ramadhan yang digelar Bupati Pamekasan KH Kholilurraman menjadi kesempatan untuk mengagungkan kembali budaya gotong royong yang sudah mulai punah.
Hal itu ia sampaikan disampaikan dirinya langsung di Kecamatan Galis bersama tokoh agama, tokoh masyarakat, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) serta Forkopimda pada (9/3/2026).
“Selama ini jika ada jalan yang rusak masyarakat menunggu anggaran pemerintah. Tapi karena sekrng anggaran kita terbatas, masyarakat bisa melakukan dengan gotong royong,” katanya.
Hal itu menurutnya harus menjadi solusi bagi masyarakat sebab adanya efesiensi anggaran yang dilakukan pemerintah pusat. Dan tentu hal itu berdampak kepada pembangunan di daerah-daerah tak terkecuali Pamekasan.
Jika budaya gotong royong ini benar-benar bisa hidup kembali ditengah masyarakat, maka ke depan masyarakat tidak bergantung kepada dana yang ditransfer oleh pusat.
Oleh sebab itu ia mengajak kepada jajaran birokrasi mulai dari tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten untuk senantiasa bergandengan tangan demi mewujudkan pembangunan di Kabupaten Pamekasan.
“Ketika birokrasi kuat, maka Insyaallah meskipun anggaran tidak memadai kita tetap bisa melaksanakan pembangunan,” tutupnya. (Rosy)
























