Scroll untuk melanjutkan membaca
Pembangunan

Muara Dangkal Hambat Aktivitas Perahu Nelayan Jumiang, Pemkab Pamekasan Siapkan Penanganan Jangka Panjang

Avatar
×

Muara Dangkal Hambat Aktivitas Perahu Nelayan Jumiang, Pemkab Pamekasan Siapkan Penanganan Jangka Panjang

Sebarkan artikel ini
Oplus_0
previous arrow
next arrow

Pamekasan — Pendangkalan muara sungai di pesisir Pantai Jumiang, Desa Tanjung, Kecamatan Pademawu, Pamekasan, membuat perahu nelayan kesulitan keluar-masuk, terutama saat air laut surut.

Saat meninjau kondisi muara sungai Pesisir Jumiang, Senin (5/10/2026), Bupati Pamekasan Kholilurrahman mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan menyiapkan langkah jangka panjang untuk mengatasi persoalan tersebut.

Sebab, upaya pengerukan sedimentasi yang dilakukan saat ini dinilai belum cukup, karena material endapan berpotensi kembali menumpuk.

Menurutnya, penanganan permanen membutuhkan kajian teknis dan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Sebab, kawasan muara tersebut berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi.

“Saya minta Pak Sekda bersama dinas terkait segera membentuk tim. Tim itu nantinya melakukan kajian awal dan sekaligus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi,” katanya, Senin, (5/10/2026)

BACA JUGA :  Sahkan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2024 Menjadi Perda, DPRD Pamekasan Tekan Peningkatkan PAD

Menurutnya, kajian tersebut diperlukan untuk menentukan bentuk penanganan yang tepat. Hasil kajian nantinya juga menjadi dasar Pemkab Pamekasan ketika mengusulkan dukungan anggaran kepada Pemprov Jatim.

Kholilurrahman mengatakan, penanganan muara Jumiang juga berpeluang diusulkan dalam pembahasan anggaran Pemprov Jatim untuk 2027.

“Untuk APBD yang sekarang kan prosesnya sudah berjalan, sehingga kita bisa persiapkan untuk pembahasan tahun depan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengerukan yang dilakukan saat ini merupakan upaya awal untuk membuka kembali akses muara bagi nelayan.

Namun, pemerintah daerah tetap membutuhkan solusi yang mampu mengatasi persoalan sedimentasi secara berkelanjutan.

“Kami tidak ingin persoalan ini terus berulang, sehingga solusi jangka panjang tetap harus disiapkan,” ucapnya.

BACA JUGA :  Ketua DPRD Pamekasan Minta Pokir Benar-Benar Berasal dari Aspirasi Masyarakat

Sementara itu, warga setempat, Miskari, mengatakan kondisi muara yang dangkal juga mengancam keselamatan perahu nelayan, terutama ketika ombak dan angin kencang terjadi.

“Yang kami khawatirkan itu ketika perahu masih berada di luar muara, lalu tiba-tiba ombak besar dan angin kencang. Kondisi seperti itu bisa membuat perahu terancam tenggelam,” kata Miskari.

Menurut Miskari, masyarakat kemudian berinisiatif mengajukan bantuan alat berat kepada pemerintah daerah untuk melakukan pengerukan sedimentasi di muara.

Ia berharap pengerukan tersebut dapat membuka kembali jalur muara sehingga perahu nelayan lebih mudah keluar dan masuk.

“Harapan kami, setelah dilakukan pengerukan, jalur muara bisa kembali terbuka sehingga nelayan tidak kesulitan saat hendak melaut maupun ketika kembali ke daratan,” ujarnya.

BACA JUGA :  Warga Keluhkan Infrastruktur, Bupati Pamekasan Pertegas Komitmen Empat Pembangunan Prioritas

Namun, Miskari menilai pengerukan saja belum menjadi solusi jangka panjang. Sebab, sedimentasi dikhawatirkan kembali menumpuk setelah pengerukan dilakukan.

Karena itu, masyarakat mengusulkan pembangunan penahan di sisi kanan dan kiri muara agar sedimentasi tidak kembali dengan cepat.

“Kalau hanya dikeruk, kami khawatir nanti endapannya kembali lagi. Karena itu, kami berharap ada bangunan penahan di sisi kanan dan kiri muara untuk mengurangi penumpukan sedimentasi,” ungkapnya.

Miskari mengapresiasi respons Pemkab Pamekasan yang telah turun langsung meninjau kondisi muara Jumiang.

Ia berharap komunikasi antara Pemkab Pamekasan dan Pemprov Jatim dapat menghasilkan penanganan yang lebih permanen.

“Semoga rencana yang disampaikan Bapak Bupati bisa terealisasi sehingga aktivitas nelayan di sini bisa berjalan lebih maksimal,” pungkasnya. (KB/Rosy)

Oplus_0
previous arrow
next arrow