Pamekasan – Tingkat kunjungan wisatawan ke Kabupaten Pamekasan sepanjang tahun 2025 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Berdasarkan data Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Pamekasan, jumlah wisatawan pada 2025 tercatat sebanyak 143.878 orang, lebih rendah dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 184.111 pengunjung.
Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Pamekasan Moh. Zahri, mengakui adanya penurunan tingkat kunjungan sepanjang tahun 2025.
Meskipun Pamekasan memiliki belasan destinasi wisata, namun tingkat kunjungan pada tahun 2025 tidak mampu menyamai capaian tahun sebelumnya.
“Ada belasan tempat wisata di Pamekasan yang menjadi kunjungan wisatawan, namun jumlah kunjungan memang mengalami penurunan,”ungkapnya, Selasa (6/1/2026).
Berdasarkan analisis faktor penurunan kunjungan, Zahri menyebut ada empat faktor yang mempengaruhi tingkat kunjungan wisatawan di Pamekasan, yakni kenaikan tarif retribusi, kondisi fasilitas, faktor musiman, dan kurangnya inovasi wisata di wilayah setempat.
Ia menyebut, ada banyak fasilitas di objek wisata unggulan Pamekasan sudah mengalami kerusakan. Namun, pemerintah belum bisa melakukan perbaikan secara maksimal karena keterbatasan anggaran perawatan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Analsis faktor itu dilakukan berdasarkan evaluasi lapangan, bahwa penurunan ini disebabkan oleh beberapa faktor teknis dan eksternal,” tambahnya.
Ke depan, Disporapar Pamekasan mengaku telah memilki empat program strategis dalam mendongkrak tingkat kunjungan, diantaranya program desa wisata 2026, peningkatan sumber daya manusia (SDM) pariwisata, digital markeeting, dan akan bekerjasama dengan pihak ketiga.
Empat program tersebut, lanjut Zahri dinilai mampu tingkatkan jumlah kunjungan wisatawan di Pamekasan, termasuk pada destinasi wisata yang dikelola pemerintah, yakni Pantai Talang Siring, Pantai Jumiang, dan destinasi wisata Mangrove.
“Untuk mendongkrak kembali angka kunjungan, kami telah menyusun beberapa langkah strategis termasuk kerja sama dengan pihak ketiga,” pungkasnya. (farid/rosyi)




















