Scroll untuk melanjutkan membaca
Pariwisata

Pemuda Rombiya Barat Keluhkan PLN yang Sering Padam

Avatar
×

Pemuda Rombiya Barat Keluhkan PLN yang Sering Padam

Sebarkan artikel ini
Sejumlah Pemuda Menggunakan Lampu Senter Saat Tadarus Al-Quran, (Foto/Rosy)

Sumenep – Aliran listrik Perusahaan Listrik Negara (PLN) di Desa Rombiya Barat Kecamatan Ganding Kabupaten Sumenep sering padam. Hal itu dikeluhkan pemuda setempat karena sangat menghambat aktivitas, apa lagi saat ini bulan Ramadhan.

Naufilurrozi, mengatakan pemadaman sering terjadi bahkan pada selasa lalu pemadaman sangat lama. Sehingga dirinya dan teman-temannya terpaksa menggunakan lampu senter untuk tadarus Al Qur’an bersama pemuda lainnya.

Scroll untuk melanjutkan membaca
Scroll untuk melanjutkan membaca

“Selasa yang lalu katanya ada trafo yang rusak, sehingga harus menunggu diganti oleh petugas, terpaksa malam harinya kami pemuda tadarus menggunakan senter untuk penerangan. Nah tadi menjelang buka puasa pada lagi,” katanya. Kamis (5/3/2026)

BACA JUGA :  Usai Dikukuhkan Pengurus AJP 2025-2027, Komitmen Kawal Isu Lingkungan hingga Kesehatan

Sementara itu, tiga hari sebelumnya petugas PLN yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, memang ada masalah pada trafo di salah satu titik di Desa Rombiya Barat. Ia meminta masyarakat untuk bersabar karena pengiriman trafo dari Pamekasan tidak bisa langsung hari itu juga.

BACA JUGA :  Diikuti 24 Pasang Sapi, Wabup Pamekasan Lepas Karapan Sapi Tingkat Kabupaten

“Ada trafo yang mati mas, kami sudah melaporkan dan menunggu kiriman dari Pamekasan, tetapi pengiriman tidak bisa langsung hari itu juga,” terangnya dalam sambungan telepon, Selasa, (3/3).

Hingga saat ini suplai listrik di bebepa titik tergolong tidak normal, bahkan tiga hari ini diketahui sering terjadi pemadaman. Masyarakat berharap petugas PLN segera memperbaiki masalah mengingat kejadian tersebut sangat menganggu aktivitas warga.

BACA JUGA :  Kunjungan Wisatawan Pamekasan Turun di 2025, Disporapar Pamekasan Ungkap Empat Faktor Penyebabnya

Apa lagi saat bulan Ramadhan, sebagian kegiatan keagamaan bergantung pada suplai listrik, penerangan di tempat-tempat ibadah terbatas proses ibadah dirasa sangat terganggu dengan sering padamnya aliran listrik. (Rosy)

IMG-20260406-WA0021
previous arrow
next arrow