Scroll untuk melanjutkan membaca
Ekonomi

Tidak Punya Data Baru, Diskop UKM dan Naker Tidak Tau Perkembangan Jumlah UMKM

Avatar
×

Tidak Punya Data Baru, Diskop UKM dan Naker Tidak Tau Perkembangan Jumlah UMKM

Sebarkan artikel ini
Kepala Diskop UKM dan Naker, Achmad Sjaifudin, Saat Ditemui Wartawan di Kantornya, (Foto/Farid)

Pamekasan – Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Ketenagakerjaan (Diskop UKM dan Naker) Pamekasan, hingga kini belum memiliki data pasti jumlah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di wilayah setempat.

Kepala Diskop UKM dan Naker Pamekasan, Achmad Sjaifudin mengatakan, untuk data acuan jumlah yang digunakan pemerintah kabupaten Pamekasan saat ini sementara masih mengacu pada hasil survei tahun 2022 lalu sebanyak 39.185 UMKM.

Menurutnya, data tersebut digunakannya berdasarkan pendataan khusus UMKM yang terakhir dilakukan oleh Kementerian Koperasi pada 2022 kala itu

BACA JUGA :  Tahap Pengajuan, Disdikbud Targetkan 1.000 Penerima Beasiswa SMP Sederajat

“Kalau pendataan secara khusus dilakukan di tahun 2022 oleh kementerian koperasi sekitar 39.185 UMKM,” katanya, Selasa (19/5/2026).

Diskop UKM dan Naker Pamekasan mengaku bahwa pendataan khusus UMKM hingga kini belum ada survei lanjutan. Sehingga, pihaknya belum mengetahui secara pasti perkembangan jumlah UMKM yang ada kabupaten bertajuk Gerbang Salam.

Oleh Karena itu, data lama UMKM masih digunakan sebagai dasar sementara untuk perkembangan usaha di Pamekasan.

“Sekarang belum tahun secara pasti, karena belum ada pendataan kembali untuk jumlah UMKM. Sementara ini kita masih berbasis tahun 2022 lalu,” tambahnya.

BACA JUGA :  PT Bawang Mas Mulai Beli Tembakau, H Her: Sampel Tetap akan Dibeli sesuai Harga

Lebih lanjut, Sjaifudin memperkirakan bahwa UMKM saat ini kemungkinan mengalami peningkatan jumlah. Perkiraan itu terlihat dari tumbuhnya usaha berbasis online maupun pedagang di pinggir jalan yang semakin banyak ditemukan.

Sementara untuk melakukan survei secara mandiri, ia menegaskan bahwa pihaknya belum memiliki kapasitas dalam bidangnya dengan kebutuhan anggaran yang cukup besar. Karena itu pihaknya menunggu pendataan resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS).

“Bisa jadi bertambah, baik online maupun pinggir jalan. Itu masih bersifat analisis visual di lapangan,” tambahnya.

BACA JUGA :  Bupati Pamekasan akan Sulap Taman Kota Gladak Anyar sebagai Lapangan Multifungsi

Meskipun demikian, Sjaifudin mendorong adanya peningkatan kualitas dan daya saing pelaku UMKM di tengah perkembangan era digital saat ini.

Selain penguatan kapasitas produksi, ia menilai bahwa peningkatan manajemen hingga pemasaran menjadi hal penting yang harus diperhatikan oleh para UMKM di Pamekasan.

“Saya berharap, peningkatan kapasitas di bidang produksi, manajemen, pemasaran perlu ditingkatkan. Maka perlu sentuhan yang sesuai dengan era yang kita jalani saat ini,” pungkasnya. (Farid/Rosy)

IMG-20260504-WA0013
previous arrow
next arrow