Scroll untuk melanjutkan membaca
Ekonomi

Disperindag Pamekasan Akui Terbebani Target PAD Retribusi Pasar 2026

Avatar
×

Disperindag Pamekasan Akui Terbebani Target PAD Retribusi Pasar 2026

Sebarkan artikel ini
TERBEBANI: Disperindag Pamekasan mengaku terbebani dengan besaran target PAD dari sektor retribusi pasar.

Pamekasan – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan mengaku memikul beban berat terhadap target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi pasar pada tahun anggaran 2026.

Pasalnya, target yang ditetapkan Pemkab Pamekasan tahun ini sama seperti target tinggi yang ditetapkan pada perubahan anggaran tahun 2025 lalu, yakni sebesar Rp3,4 miliar.

Scroll untuk melanjutkan membaca
Scroll untuk melanjutkan membaca

Penetapan target tersebut dinilai cukup memberatkan, mengingat realisasi retribusi pasar di tahun 2025 hanya mencapai Rp2,3 miliar.

Padahal, target awal pada tahun tersebut sebesar Rp2,4 miliar sebelum akhirnya dinaikkan menjadi Rp3,4 miliar dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK).

BACA JUGA :  Sita Mesin Produksi Rokok, Warga Tuding Bea Cukai Madura Terima Upeti

Kepala Bidang Pasar Disperindag Pamekasan, Handiko Bayuadi, mengatakan bahwa secara realistis capaian PAD retribusi pasar sangat bergantung pada kondisi lapangan yang tidak selalu stabil.

Karena itu, ia menilai, bahwa dinamika pasar yang terus berubah membuat target yang akan dicapai menjadi tantangan besar bagi Disperindag Pamekasan.

“Target PAD tahun ini memang sama seperti tahun sebelumnya. Namun harus diakui, dengan kondisi dan potensi pasar yang fluktuatif, target itu terasa berat bagi kami,” katanya, Selasa (20/1/2026).

BACA JUGA :  Owner PR Cahaya Pro: Kolaborasi Wartawan dan Pengusaha Lokal Kunci Kemandirian Ekonomi

Selain itu, Handiko menyebut bahwa aktivitas pasar sangat dipengaruhi berbagai faktor eksternal yang sulit dikendalikan, mulai dari kondisi cuaca, wabah penyakit hewan, hingga daya beli masyarakat yang menurun saat musim hujan.

Akibat situasi tersebut, tingkat transaksi yang terjadi di pasar mengalami penurunan dan berujung pada minimnya penerimaan retribusi pasar.

“Ada banyak sebab yang mempengaruhi tingkat capaian realisasi PAD pasar,” tambahnya.

Kendati demikian, Handiko mengaku bahwa pihaknya berkomitmen untuk tetap berupaya melakukan langkah strategis agar penerimaan PAD dapat dimaksimalkan.

Adapun beberapa langkah strategis yang akan dilakukan, seperti pemetakan pasar yang berpotensi tumbuh, serta melakukan evaluasi berkelanjutan untuk menjaga kenyamanan pedagang dan pembeli di pasar.

BACA JUGA :  Ketua Paguyuban PKL Soroti Kondisi Eks PJKA, Wakil Rakyat Target 2027 Ada Perbaikan

Saat ini, Pemkab Pamekasan mengelola 12 pasar.  Namun dari jumlah tersebut, hanya tujuh pasar yang selama ini menjadi penopang utama PAD retribusi pasar, yakni Pasar Keppo, Pasar Waru, Pasar Pakong, Pasar 17 Agustus, Pasar Palengaan, Pasar Kolpajung, dan Pasar Gurem.

“Secara teori, penetapan target memang sudah dikaji, tapi di lapangan pasar menghadapi fase yang sering kali tidak sesuai harapan, dan sulit dikendalikan” pungkasnya. (farid/rosyi)

IMG-20260226-WA0041
previous arrow
next arrow