Scroll untuk melanjutkan membaca
Kesehatan

Tekan Angka Kematian Akibat Masalah Jantung, RSUD Smart Pamekasan Hadirkan Layanan Cathlab BPJS Kesehatan

Avatar
×

Tekan Angka Kematian Akibat Masalah Jantung, RSUD Smart Pamekasan Hadirkan Layanan Cathlab BPJS Kesehatan

Sebarkan artikel ini
Plt Direktur RSUD Slamet Martodirdjo (Smart) Pamekasan, dr. Syaiful Hidayat saat Memberikan Keterangan pada Sejumlah Awak Media, (Foto/Farid)
Oplus_0
previous arrow
next arrow

Pamekasan – Plt Direktur RSUD Slamet Martodirdjo (Smart) Pamekasan, dr. Syaiful Hidayat memastikan layanan Catheterization Laboratory atau Cathlab saat ini sudah bisa diakses menggunakan BPJS Kesehatan.

Langkah itu diambil sebagai upaya memperluas akses layanan Cathlab lewat jalur BPJS Kesehatan. Sehingga, layanan tersebut nantinya bisa diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

BACA JUGA :  Sebabkan Puluhan Siswa Keracunan, Pengelola Dapur MBG di Pamekasan Minta Maaf

“Sekarang layanan Cathlab sudah bisa dicover BPJS Kesehatan. Dulu masih layanan umum, pasien harus bayar sendiri, biayanya bisa sampai Rp 50 juta,” tegasnya, Kamis (21/5/2026).

Syaiful menjelaskan, bahwa layanan Chatlab yang di tanggung BPJS kesehatan berlaku untuk pasien rujukan tindakan kateterisasi jantung, termasuk pemasangan ring jantung akibat penyumbatan pembuluh darah koroner.

BACA JUGA :  Wabup bersama Anggota DPRD Datangi BPJS Pusat Perjuangkan Hak Kesehatan Puluhan Ribu Warga Pamekasan

Dari semua layanan jantung di RSUD Smart kini telah dapat diakses peserta BPJS Kesehatan, mulai rawat jalan, rawat inap, hingga perawatan intensif pasien jantung.

“Semua sudah bisa, mulai pelayanan rawat jalan, rawat inap, ICU jantung, pemeriksaan laboratorium jantung, EKG, echocardiografi, treadmill, sampai kateterisasi,” jelasnya.

BACA JUGA :  Bupati Pamekasan Komitmen Perjuangkan SKM Kelas 3 Khusus Madura

Syaiful berharap layanan tersebut dapat membantu masyarakat Pamekasan dan kabupaten lainnya di wilayah Madura, sehingga masyarakat tidak lagi kesulitan mendapatkan pelayanan jantung lanjutan karena faktor biaya.

“Targetnya menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat sumbatan jantung koroner,” pungkasnya, (Farid/Rosy)

Oplus_0
previous arrow
next arrow