Scroll untuk melanjutkan membaca
Pemerintahan

Retribusi Pasar Tidak Maksimal, Setengah Tahun Belum Capai 50 Persen dari Target

Avatar
×

Retribusi Pasar Tidak Maksimal, Setengah Tahun Belum Capai 50 Persen dari Target

Sebarkan artikel ini
Ramai : Salah Satu Pasar Hewan di Pamekasan Nampak Dipadati Pengunjung, (Foto/Farid)

Pamekasan – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pamekasan nampak harus bekerja maksimal kedepan. Pasalnya, hingga kini realisasi retribusi pasar masih mencapai dibawah 50 persen dari target yang dipatok pemerintah kabupaten (Pemkab).

Saat ini pendapatan yang bersumber dari retribusi pasa masih sekitar Rp1,019 milliar. Padahal Pemkab Pamekasan telah mematok target PAD dari retribusi pasar di angka Rp3,4 milliar sepanjang tahun 2026.

Kepala Bidang Pasar Disperindag Pamekasan, Handiko Bayuadi mengatakan, memasuki pertengahan tahun, pihaknya sudah setor pendapatan retribusi pasar sekitar Rp1,019 milliar dari pengelolaan 12 pasar.

Capaian retribusi itu, disebut sudah terbilang maksimal di tengah tantangan yang terjadi di sejumlah pasar di Pamekasan. Sebab, kondisi pasar saat ini tergolong tidak stabil.

BACA JUGA :  Temui Demonstran, Bupati Pamekasan Tegaskan Alihkan Anggaran Pengadaan Sofa untuk Kepentingan Masyarakat

“Insyaallah pencapaian sudah maksimal, di mana potensi pasar sekarang turun naik,” katanya, Kamis (21/5/2026).

Handiko merinci bahwa dari target Rp3,4 milliar terbagi menjadi tiga item target. Dari tiga item tersebut, Rp 1,9 milliar melekat pada item retribusi pelataran sesuai hari pasaran yang kini sudah mencapai Rp 636 juta atau setara 37 persen dari target.

Sementara target retribusi lahan los Rp 78 juta sudah mencapai presentase 42 persen atau setara Rp 30,2 juta.

“Item ketiga yaitu retribusi Kios dengan target Rp1,4 milliar, realisasi Rp 353,06 juta dengan presentase 26 persen,” tambahnya.

BACA JUGA :  270 PJU di Pamekasan Rusak Dishub Ungkap Penyebabnya

Kemudian, lanjut Handiko, penyebab besar kecilnya capaian realisasi retribusi pasar disebut bergantung pada potensi pasar. Sedangkan saat ini, potensi pasar mengalami kondisi naik turun disebabkan dinamika pasar yang tidak menentu, termasuk banyak pedagang yang sudah berhenti berjualan dan memilih menjadi pekerja rokok.

Selain faktor itu, realisasi retribusi pasar juga dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti maraknya pembelian secara online.

“Untuk realisasi retribusi pasar bertumpu pada 6 pasar dan itupun masih bergantung pada hari pasarannya, seperti pasar 17 setiap hari Kamis dan Minggu,” tegasnya.

Ke depan, Disperindag Pamekasan berkomitmen akan memaksimalkan potensi yang ada, termasuk retribusi Toko-toko. Handiko menilai bahwa dengan kondisi sarana dan prasarana (Sarpras) pasar yang kurang memadai, penarikan retribusi pasar pada item pelataran dinilai sangat berat.

BACA JUGA :  Pasca OTT Wamenaker Noel, Vispol Indonesia: Prabowo Butuh Loyalitas Tunggal!

Karena itu, ia berharap adanya anggaran yang mencukupi dalam menyokong pendapatan retribusi pasar di Pamekasan.

“Harapan kami untuk meningkatkan retribusi harus juga diimbangi sarpras yang memadai karena banyak los yang tidak layak dan kios yangg rusak. Sehingga banyak tidak di tempati pedagang dan memilih mengontrak. Kami juga berharap diberi anggaran yang sesuai kami butuhkan agar menunjang aktivitas pasar jangan sampai kami menarik retribusi tapi tidak memperhatikan sarpras pasar untuk pedagang,” pungkasnya. (Farid/Rosy)

IMG-20260504-WA0013
previous arrow
next arrow