Scroll untuk melanjutkan membaca
Pemerintahan

Resmi Dikukuhkan, Wabup Pamekasan Berharap DKP Jadi Penggerak Budaya dan Pariwisata Daerah

Avatar
×

Resmi Dikukuhkan, Wabup Pamekasan Berharap DKP Jadi Penggerak Budaya dan Pariwisata Daerah

Sebarkan artikel ini

Pamekasan – Wakil Bupati (Wabup) Pamekasan, H.  Sukriyanto, resmi mengukuhkan pengurus Dewan Kesenian Pamekasan (DKP) periode 2025-2030, Senin (13/4/2026).

Usai dikukuhkan di Pendopo Budaya Wakil Bupati Pamekasan, Wabup berharap DKP bisa memanfaatkan potensi besar budaya dan pariwisata Pamekasan sebagai pendukung kemajuan pembangunan daerah.

Scroll untuk melanjutkan membaca
Scroll untuk melanjutkan membaca

Menurutnya, pembangunan tersebut dapat dimulai dari langkah memperkuat hubungan serta komitmen pengurus dalam menjaga dan melestarikan seni budaya daerah di tengah arus global yang berkembang semakin pesat.

BACA JUGA :  Pastikan Petani Untung, DPRD Berjanji akan Lakukan Pengawasan Maksimal Pembelian Tembakau Tahun ini

“Semoga pengurus yang baru ini mampu menjalankan amanah dengan baik, yaitu dengan melaksanakan program organisasi yang telah diputuskan dalam musyawarah anggota DKP,” ujarnya, Senin (13/4/2026)

Ke depan, lanjut pria yang akrab disapa Kak Sukri itu, DKP mempunyai salah satu tugas berat yang harus dijalankan, terutama dalam melestarikan seni dan budaya di tengah kompleksnya pengaruh perkembangan informasi global yang tiada henti.

Karena itu, ia berharap, DKP mampu mendorong tumbuhnya kreativitas baru dari para seniman yang ada di Pamekasan. Dengan begitu, kesenian dan budaya yang dimiliki dapat dijaga dan dapat dilestarikan.

BACA JUGA :  Hidupkan Kembali Festival Kesenian, Bupati Pamekasan Lepas Festival Daul se-Madura 2025

“Di tengah pesatnya pengaruh informasi global yang tiada henti, mengerus sendi-sendi moralitas dan kearifan lokal yang kita miliki. Karena demikian, kita harus melestarikan budaya dan tradisi lokal,” tambahnya.

Wabup Pamekasan juga menyampaikan bahwa pemerintah telah berupaya untuk mendorong para pelaku seni dalam menghasilkan seni yang berlandaskan pada kearifan lokal yang dimiliki.

Karya seni tersebut dinilai sudah seharusnya dilakukan dan diperkenalkan kembali pada generasi selanjutnya.

BACA JUGA :  Tak Ingin ASN Terjerumus, Bupati Terbitkan Surat Edaran Larangan Judi dan Pinjol Ilegal

Keberhasilan dalam menjaga, melestarikan dan mengawal proses pembangunan di bidang budaya bergantung pada kemauan, dan kemampuan untuk terus saling bersinergi.

Karena itu, Kak Sukri menegaskan, bahwa semua pihak yang terlibat harus mengerahkan segenap tenaga dan fikiran sebagai bentuk pengabdian terhadap karya seni yang dihasilkan seniman Pamekasan.

“Regenerasi dan pelestarian budaya harus dikemas dalam bentuk yang luwes dan fleksibel sesuai dengan perkembangan yang ada. Sebagaimana Wali Songo menjadikan kesenian sebagai sarana dakwah tanpa kehilangan nilai-nilai filosofis dan jati dirinya,” pungkasnya. (farid/rosy)

IMG-20260406-WA0021
previous arrow
next arrow