Pamekasan – Sepanjang tahun 2025, total jumlah kebakaran di berbagai wilayah di Pamekasan mencapai 110 kejadian. Data Pemadam Kebakaran (Damkar) mencatat, jenis kebakaran yang paling banyak terjadi adalah kebakaran alang-alang, dengan jumlah mencapai 64 kejadian.
Kabid Damkar Satpol PP dan Damkar Pamekasan, Misyanto, melalui Analis Kebakaran Ahli Pertama, Agus Hermanto, mengatakan bahwa mayoritas kebakaran terjadi di kawasan yang jauh dari permukiman warga. Selain itu, kebakaran juga turut terjadi pada rumah, gudang, pertokoan, hingga perkantoran.
“Kalau yang lainnya hanya berkisar dari puluhan saja,” ungkap Agus, Rabu (19/11/2025).
Ia menambahkan bahwa angka kebakaran tahun ini menurun dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 174 kejadian.
Karena itu, pihaknya akan terus memberikan edukasi kepada masyarakat melalui sosialisasi dan praktik penanganan kebakaran sejak dini.
Selain edukasi, Damkar juga rutin memberikan imbauan kepada berbagai elemen masyarakat, mulai dari tingkat kecamatan, kepala desa, hingga masyarakat umum.
“Ketika di lapangan, selain memadamkan, kami juga memberikan ilmu cara memadamkan api yang tepat,” tambahnya.
Agus menyatakan bahwa potensi kebakaran di Pamekasan tahun ini diperkirakan tidak akan bertambah signifikan. Selain telah memasuki musim penghujan, kesadaran masyarakat terhadap risiko kebakaran dinilai semakin meningkat.
“Mungkin untuk tahun ini tidak akan bertambah, dan itu yang kami harapkan,” pungkasnya. (farid/rosyi)


















