Pamekasan – Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP) meneguhkan komitmen dalam mengawal isu lingkungan di Madura secara umum dan Kabupaten Pamekasan secara khusus.
Isu lingkungan yang akan menjadi fokus pengurus AJP periode 2025–2027 ini, ditandai dengan aksi menanam bibit mangrove serta melepas burung ke alam liar di Eduwisata Mangrove, Desa Lembung, Kecamatan Galis Pamekasan, Senin (13/4/2026).
Kegiatan yang juga sebagai tanda dimulainya rapat kerja dan halalbihalal tersebut dihadiri sejumlah tamu undangan. Di antaranya perwakilan Perum Perhutani KPH Madura, aktivis lingkungan, hingga mahasiswa pecinta alam.
Ketua AJP M. Khairul Umam mengatakan, kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni pembuka raker. Melainkan bentuk komitmen organisasi kewartawanan untuk ikut ambil bagian dalam menjawab persoalan lingkungan yang kian kompleks, khususnya di Madura.
“Isu lingkungan hari ini tidak bisa hanya disuarakan lewat tulisan. Harus ada langkah konkret. AJP ingin memulai dari hal sederhana, mengurai persoalan itu dengan aksi nyata seperti ini,” ujarnya.
Menurut dia, jurnalis memiliki peran strategis dalam mengedukasi publik sekaligus mengawal kebijakan terkait lingkungan. Karena itu, AJP berkomitmen menjadikan isu lingkungan sebagai salah satu fokus utama dalam kepengurusan ke depan.
“Ke depan, kami tidak hanya memberitakan, tapi juga terlibat langsung dalam gerakan pelestarian. Ini bagian dari tanggung jawab moral kami,” imbuhnya.
Aktivis dan pegiat lingkungan Nur Faisal mengapresiasi langkah yang dilakukan AJP. Dia menilai, keterlibatan jurnalis dalam aksi nyata akan memberi dampak besar terhadap kesadaran masyarakat.
“Ini langkah positif. Jurnalis punya kekuatan membentuk opini publik. Ketika mereka turun langsung seperti ini, pesan yang disampaikan akan lebih kuat dan menyentuh masyarakat,” katanya.
Menurut Faisal, kawasan pesisir seperti di Kecamatan Pademawu dan Kecamatan Tlanakan memang membutuhkan perhatian serius. Penanaman mangrove menjadi salah satu solusi penting untuk menahan abrasi sekaligus menjaga ekosistem pesisir.
Sementara itu, Ketua LMDH Sabuk Hijau Desa Lembung Slaman menyambut baik kegiatan tersebut. Dia berharap aksi serupa bisa terus berlanjut dan melibatkan lebih banyak pihak.
“Kami sebagai tuan rumah tentu sangat berterima kasih. Semoga kegiatan seperti ini tidak berhenti di sini, tapi bisa menjadi gerakan bersama untuk menjaga mangrove di Lembung,” tandasnya. (rosy)
























