PAMEKASAN- Awal musim tanam tembakau tahun 2025, petani di Pamekasan dikagetkan dengan imbauan Ketua Paguyuban Pelopor Petani dan Pedagang Tembakau Madura (P4TM) H Khairul Umam atau H Her, yang meminta petani agar tidak terlalu banyak menanam tembakau.
Tentu, CEO Bawang Mas Grup itu, tidak serta merta mengeluarkan imbauan kepada petani. Diungkapkan H Her, terdapat beberapa pertimbangan mengapa dirinya mengeluarkan imbauan agar petani mengurangi kuantitas tanaman tembakau.
Salah satunya, yakni penjelasan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Dari hasil koordinasi dengan BMKG, cuaca di tahun 2025 dipastikan kurang bersahabat dengan petani tembakau.
Selain prediksi cuaca oleh BMKG, H Her juga mengungkap stok tembakau di sejumlah gudang yang masih tinggi. Tentu hal itu akan mengakibatkan jumlah serapan tembakau tahun ini tidak akan maksimal.
Menurutnya, saat ini stok tembakau di gudang-gudang lebih dari 13 ribu ton. Stok itu merupakan sisa serapan dari kebutuhan pabrikan di tahun 2024 yang hanya mampu menyerap 30 ribu ton dari total 43 ton produksi tembakau petani di Madura.
“Jika tahun ini produksi tembakau petani sama dengan tahun 2024, atau melebihi dari itu, maka harga tembakau Madura akan hancur, dan disitu lah kesempatan mavia untuk bermain,” ungkapnya, Kamis (22/5/2025).
H Her menjelaskan, pada tahun 2022 itu, jumlah produksi lebih sedikit, yakni hanya 18 ribu ton. Jumlah produksi itu jauh lebih sedikit dari kebutuhan pabrikan, sehingga harga tembakau cukup mahal.
Pada tahun 2023, produksi tembakau petani di Madura mencapai 28 ribu ton. Jumlah itu masih mencukupi kebutuhan pabrik rokok yang ada. Sehingga harga jual tembakau petani relatif tinggi.
Sementara pada tahun 2024, produksi tembakau di Madura sudah meningkat 35% dari produksi pada tahun 2023. Kendati jumlah produksi tembakau petani berada di atas angka kebutuhan pabrikan, tembakau petani Madura dibeli dengan harga bagus, lantaran kualitas bagus.
“Meski stok tembakau tahun 2024 melimpah, pengusaha tetap membeli tembakau petani karena kualitas bagus, itu pun masih lebih 13 ribu ton dari kebutuhan pabrikan,” terangnya.
Atas beberapa hal itu, H Her mengimbau petani di Madura untuk mengurangi jumlah tanam tembakau di tahun 2025. Tentu tujuannya agar harga tembakau stabil, serapan produksi tembakau petani maksimal, muaranya petani tembakau tidak merugi.
“Saya hanya tidak ingin petani tembakau di Madura rugi,” tutupnya.
























