Pamekasan – Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Ketenagakerjaan (Diskop UKM dan Naker) Pamekasan, Achmad Sjaifudin mengklaim program pelatihan kerja yang digelar mampu serap angka pengangguran di wilayahnya.
Diketahui, program pelatihan tersebut bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) dengan anggaran Rp226 juta di tahun 2026. Meskipun demikian, angka itu diakui jauh lebih kecil di banding tahun sebelumnya yang mencapai Rp500 juta.
Sjaifudin mengatakan, program pelatihan kerja yang digelar pihaknya merupakan salah satu upaya pemerintah daerah dalam menekan angka pengangguran. Ia meyakini program tersebut cukup efektif dan layak untuk terus dilanjutkan di tahun-tahun berikutnya.
“Efektivitas program ini diantaranya bisa menekan angka pengangguran di Pamekasan,” ungkapnya, Rabu (1/4/2026).
Secara umum, lanjut Sjaifudin melalui program pelatihan tersebut para alumni yang lulus umumnya memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan pekerjaan. Bahkan, tidak sedikit alumni yang mampu membuka usaha mandiri dengan memanfaatkan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan.
Tidak hanya mendapatkan pelatihan keterampilan, para alumni pelatihan juga akan diuji oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dalam memastikan kemampuan para peserta pelatihan.
“Dengan program ini, para peserta yang lolos akan diuji oleh BNSP sehingga mendapatkan sertifikat. Sertifikat itu nantinya bisa dengan mudah untuk mendapatkan pekerjaan,” tukasnya.
Ke depan, Diskop UKM dan Naker Pamekasan berkomitmen untuk terus memantau dan mengevaluasi efektivitas program pelatihan kerja di wilayah setempat, guna memastikan dampaknya. (Farid)
























