Pamekasan – Ketua Paguyuban PKL eks PJKA dan koperasi gerbang salam sejahtera Pamekasan, Nico Prasetyo, menyoroti kondisi tempat berjualan untuk pedagang kaki lima (PKL). Ia menyebut lokasi strategis yang saat ini ditempati puluhan pedagang dalam aktivitas jual beli dianggap kurang memadai.
Sehingga, lokasi yang seharusnya maksimal menunjang perekonomian masyarakat, kini memerlukan perhatian serius dari pemerintah daerah.
Kata dia saat ini, ada sejumlah fasilitas yang disediakan pemerintah untuk menunjang aktivitas jual beli tetapi tidak lagi layak dan membutuhkan perbaikan segera.
“Kami mohon kepada pemerintah untuk juga memperhatikan keberadaan lokasi EKS PJKA ini, karena fasilitas yang ada sebagian besar sudah kurang maksimal untuk dimanfaatkan. Mulai dari paving yang rusak, kamar mandi yang tidak terawat, hingga lampu penerangan yang minim,” ungkapnya, Kamis (19/2/2026).
Selain berdampak pada kenyamanan pedagang, Nico menilai, kondisi saat ini, juga akan berdampak dan mempengaruhi minat pembeli untuk datang ke lokasi yakni eks PJKA.
Meskipun lokasi tersebut dianggap sangat strategis dan memiliki potensi besar dalam mendongkrak perekonomian masyarakat sekitar, hal tersebut akan sia-sia dengan fasilitas yang sudah tidak sehat lagi.
“Terkahir tempat ini diperbaiki sekitar tahun 2010 dan sampai saat ini belum ada kejelasan. Dengan demikian, Percuma kita berjualan di lokasi yang strategis, karena pembeli tidak akan tertarik dengan fasilitas yang kita miliki,” jelasnya.
Nico berharap pemerintah daerah segera melakukan evaluasi dan peninjauan langsung ke lapangan guna memastikan kondisi sebenarnya di eks PJKA saat ini.
“Selain perlu untuk turun ke lapangan, pemerintah juga harus melakukan langkah kongkrit dalam menyikapinya,” katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Pamekasan, Ismail menilai, lokasi eks PJKA yang berada di Jl. Trunojoyo belum sepenuhnya layak dalam menunjang efektivitas jual beli para pedagang. Sarana dan prasarana yang ada di lokasi tersebut sudah seharusnya dilakukan pembenahan agar lebih representatif dan maksimal untuk dimanfaatkan.
Karena itu, pihaknya menargetkan di tahun 2027 mendatang, perbaikan fasilitas di eks PJKA akan diusahakan untuk diperbaiki.
“Kami akui bahwa lokasi tersebut sudah layak untuk diperbaiki. Namun dengan kondisi keuangan kita saat ini, kami perlu mengkajinya dan insyaallah di tahun 2027 akan secepatnya kami perbaiki,”pungkasnya. (Farid/Rosyi)


















