Pamekasan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Tenaga Kerja (Diskop UKM dan Tenaga Kerja) setempat, menggelar pelatihan kewirausahaan khusus pengurus pondok pesantren.
Pelatihan yang yang dilaksanakan selama dua hari ini, Rabu-Kamis (12-13/11/2025), ini diikuti oleh 60 perwakilan dari pondok pesantren se-Kabupaten Pamekasan, Rabu (12/11/2025).
Bupati Pamekasan, Kholilurrahman menjelaskan, ketika santri dibekali dengan peningkatan kapasitas melalui pelatihan dan pembinaan, maka santri akan memaksimalkan peluang untuk menjadi pengusaha. Terlebih, santri merupakan identitas yang bisa menghadapi situasi apapun.
“Santri diperlukan untuk menyesuaikan diri dengan kemajuan tekhnologi, serta membaca kemajuan ekonomi agar bisa membangun pesantren di masa yang akan datang,” terangnya, Rabu (12/11/2025).
Pengasuh Pondok Pesantren Matsaratul Huda Panempan Pamekasan ini menambahkan, perhatian Pemkab Pamekasan terhadap pesantren harus terus ditingkatkan.
Terlebih, saat ini Pemerintah Pusat menaruh perhatian khusus terhadap pesantren. Itu dibuktikan dengan dibentuknya Dirjen pesantren.
“Saya yakin pesantren tidak ada masalah dengan pekerjaan. Jadi apa saja santri siap. Tidak jadi apa-apa juga siap. Sebab itulah esensi pengabdian dan kemandirian santri yang dibangun dengan kesadaran gotong royong,” katanya.
Ditegaskan mantan Anggota DPR RI menegaskan, saat ini Pemkab Pamekasan berkomitmen untuk memperkuat ekonomi berbasis pesantren melalui pengembangan program Pesantren Tangguh 2025.
Program yang diproyeksikan berlangsung hingga akhir masa jabatannya ini, akan menjadi pondasi pembangunan ekonomi santri lima tahun ke depan.
Bupati menegaskan, pihaknya tidak ingin program pemberdayaan santri berhenti pada pelatihan dasar agar program tersebut benar-benar berdampak terhadap pesantren dan santri.
“Santri yang telah memiliki semangat dan keterampilan wirausaha akan dikawal secara berkelanjutan hingga menjadi pengusaha mandiri di lingkungan pesantren,” tegasnya.
Melalui penguatan program Santripreneur dan inisiatif lain pada fase awal pemerintahannya, Bupati memastikan arah pembangunan Pamekasan tetap konsisten menuju kemandirian, religiusitas, dan daya saing.
Bupati menegaskan bahwa Santripreneur merupakan perubahan paradigma besar dalam dunia pesantren, menggeser cara pandang dari santri sebagai pembelajar menjadi santri sebagai pelaku usaha yang berdaya dan mampu menciptakan peluang ekonomi.
“Seluruh program 100 hari kerja adalah fondasi pembangunan lima tahun ke depan,” pungkasnya. (*/rosyi)
























