Scroll untuk melanjutkan membaca
BeritaOlahraga

Kisruh Soal Biaya Akademi Madura United hingga Puluhan Juta, Komisaris PT PBMB: Sudah Berjalan Lama

Avatar
×

Kisruh Soal Biaya Akademi Madura United hingga Puluhan Juta, Komisaris PT PBMB: Sudah Berjalan Lama

Sebarkan artikel ini
TUAI POLEMIK: Biaya akademi Madura United yang tembus puluhan juta tuai polemik.

Pamekasan – Publik sepak bola Indonesia dihebohkan dengan dengan berita viral seorang pesepak bola muda yang gagal bergabung dengan skuad Elite Pro Academy (EPA) U-20 Madura United, lantaran tidak mampu mebayar biaya yang dipatok oleh klub.

Pemain yang dinyatakan lolos seleksi EPA U-20 Madura United, disebut harus membayar uang sebesar Rp15 juta agar bisa bergabung dengan sekuad Laskar Sape Kerrab Muda.

Scroll untuk melanjutkan membaca
Scroll untuk melanjutkan membaca

Informasi mundurnya seroang pesepakbola muda dari EPA U-20 Madura United itu viral setelah salah satu pemilik akun media sosial membagikan screenshot percakapan antara pemain dengan pelatih.

BACA JUGA :  Eksekusi Penalti Gagal hingga Gol Dianulir, Warnai Hasil Imbang Madura United vs Bhayangkara FC

Dalam percakapan itu, pemain yang lolos seleksi diminta untuk mundur setelah mengaku tidak punya uang untuk membayar biaya Rp15 juta yang dibebankan oleh klub Madura United.

Menyikapi kisruh biaya akademi yang mencapai puluhan juta rupiah, Komisaris PT Polana Bola Madura Bersatu (PBMB), Zia Ul Haq mengatakan, biaya yang harus dibayarkan itu nantinya dipakai untuk asuransi termasuk jika pemain cedera, mess, biaya akademi, hingga fasilitas lain.

BACA JUGA :  Tandang ke PSM, Madura United Tak Didampingi Alfredo Vera

Diklaim, harga yang dipatok Madura United itu terbilang murah. Sebab, ada akademi di klub lain yang harganya lebih mahal.

Apalagi, ada klasifikasi tertentu dalam biaya akademi, mulai dari Rp10 juta bagi murid lokal non-mess, Rp15 juta untuk murid lokas mess & murid non-lokal non-mess. Serta Rp20 juta untuk murid non-lokal mess.

Zia menegaskan, Madura United sudah menerapkan pembiayaan ini sudah bertahun-tahun sebelumnya dan disetujui para orang tua. Termasuk tahun ini yang jumlah siswa mendaftar lebih dari 20 siswa .

BACA JUGA :  Ratusan Talenta Muda Berebut Kuota 35 Pemain Madura United Football Academy

“Biaya itu tidak masuk ke klub, tapi akan jadi pelayanan siswa, termasuk kenyamanan selama jadi siswa Madura United Football Academy selama kompetisi EPA 2025/26,” terangnya, Kamis (11/9/25).

Zia menegaskan, selain hak asuransi dan mess, Madura United juga akan membimbing para pemain dengan pelatih profesional yang memiliki wawasan luas tentang sepak bola.

“Jadi, siswa tidak hanya diasah kemampuannya dalam bermain sepak bola saja, namun juga kemampuan berpikir pada dunia sepak bola yang sangat luas,” pungkasnya. (adim/rosyi)

IMG-20260406-WA0021
previous arrow
next arrow