Scroll untuk melanjutkan membaca
Lingkungan

DLH Pamekasan Dapat Angin Segar, 107 Miliar dari Program LSDP Kemendagri untuk Revolusi Pengelolaan Sampah

Avatar
×

DLH Pamekasan Dapat Angin Segar, 107 Miliar dari Program LSDP Kemendagri untuk Revolusi Pengelolaan Sampah

Sebarkan artikel ini
Petugas Kebersihan, Pasukan Kuning Mengangkut Sampah dari Tong Sampah di Permukiman Warga ke TPA, (Foto/Dok. Terukur.id)

Pamekasan – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pamekasan berpotensi mendapat keuntungan besar dalam upaya penanganan persampahan. Pemerintah Kabupaten Pamekasan masuk sebagai salah satu dari 30 daerah terpilih yang akan mendapat kucuran anggaran fantastis senilai Rp 107 miliar dari program Local Service Delivery Improvement Project (LSDP) yang digagas Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Program kolaborasi Kemendagri, Kementerian Lingkungan Hidup dan Bank Dunia ini akan berlangsung selama empat tahun, mulai 2027 hingga 2030, dengan fokus mewujudkan tata kelola persampahan yang modern dan ramah lingkungan.

Sebelumnya, Bupati Pamekasan, KH. Kholilurrahman, menegaskan dana Rp 107 miliar itu akan difokuskan untuk memperkuat penanganan sampah di 13 kecamatan, dengan alokasi disesuaikan kebutuhan masing-masing wilayah.

BACA JUGA :  200 Santri Putri MDQ Bajur Antusias Belajar Qira'ah Sab'ah Bersama Mahasiswa PPL UIN Madura

“Nantinya anggaran itu digunakan untuk pembangunan TPS3R di setiap kecamatan. Saya juga berkeinginan menambah armada seperti dump truck dan kendaraan roda tiga, termasuk menambah TPA,” katanya.

Begitu pula Sekretaris Daerah Kabupaten Pamekasan, Taufikurrachman, membenarkan Pamekasan terpilih karena telah memenuhi berbagai kriteria ketat yang ditetapkan Kemendagri.

“Iya, Kabupaten Pamekasan menjadi salah satu dari 30 kabupaten dan kota yang mendapatkan program ini. Tentunya, kita terpilih karena sudah memenuhi berbagai kriteria ketat,” ucapnya.

Keuntungan Besar Bagi DLH Pamekasan

Bagi DLH, program LSDP ini menjadi momentum emas untuk merevolusi sistem pengelolaan sampah dari hulu ke hilir.

BACA JUGA :  Luas RTH Belum Capai Angka Minimal, DLH Pamekasan: Kami Fokus Kelola yang Ada

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Sarana Prasarana Persampahan dan Limbah B3, DLH Kabupaten Pamekasan, Buyung Sebastian, menyambut baik kepastian anggaran tersebut. Menurutnya, selama ini keterbatasan sarana dan prasarana menjadi tantangan utama DLH.

“Ini kabar gembira dan keuntungan besar bagi DLH. Dengan adanya LSDP, mimpi kita untuk memiliki TPS3R di setiap kecamatan bisa terwujud. Selama ini kita baru punya 10 TPS3R, dengan tambahan ini, penanganan sampah bisa merata di 13 kecamatan,” ujar Buyung, Kamis (30/10/2026).

Buyung menjelaskan, anggaran LSDP akan sangat membantu DLH dalam tiga aspek krusial: infrastruktur, armada, dan TPA.

“Pertama, pembangunan TPS3R baru di setiap kecamatan akan memangkas sampah rumah tangga langsung dari sumbernya, karena bisa didaur ulang. Kedua, tambahan armada dump truck dan roda tiga sangat vital untuk menjangkau gang-gang sempit yang selama ini sulit dijangkau. Ketiga, penambahan dan penataan TPA yang lebih modern dan ramah lingkungan,” jelasnya.

BACA JUGA :  Motor Plat Merah M 35XX AP Dipakai Standing di Depan Pendopo Pamekasan, BPKAD: Kami Cek Dulu

Ia menambahkan, program LSDP ini sejalan dengan program DLH saat ini yang mengedepankan edukasi pilah sampah dan ekonomi sirkular.

“Kalau infrastruktur sudah memadai berkat LSDP, tugas kami di DLH tinggal memperkuat edukasi ke perkantoran, instansi, dan masyarakat umum. Targetnya, Pamekasan tidak hanya bersih, tapi sampahnya punya nilai ekonomi. Ini adalah lompatan besar menuju Pamekasan Hebat dan Bersih,” pungkasnya. (*/Rosy)

Oplus_0
previous arrow
next arrow