Pamekasan – Masyarakat di perbatasan Pamekasan-Sampang secara swadaya bergotong royong memperbaiki jalan rusak yang menghubungkan 3 desa lintas kabupaten. Dana lebih dari Rp100 juta berhasil dihimpun tanpa menunggu bantuan pemerintah.
Aksi ini dipusatkan di Desa Mangar, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan. Perbaikan dilakukan bertahap dengan target panjang jalan 2.500 hingga 3.000 meter.
Koordinator Swadaya, Ali Mansur, mengatakan dana dikumpulkan dari sumbangan warga hingga galang dana di media sosial.
“Sementara yang terkumpul Rp100 juta lebih. Tapi bantuan masih terus mengalir,” ungkap Mansur, Sabtu (5/9/2026).
Ia menyebut biaya perbaikan tidak sedikit. Untuk pengecoran 350 meter saja butuh sekitar Rp200 juta. Rinciannya, beton cair saja mencapai Rp197,35 juta, belum termasuk kawat dan biaya operasional.
“Segala macam cara untuk mengumpulkan dana kita gunakan untuk bisa merealisasikan pembangunan,” ujar Mansur.
Uniknya, jalan yang diperbaiki ini tidak hanya di Pamekasan. Rutenya tembus ke Desa Sejati, Kecamatan Camplong, Sampang, lalu kembali masuk Pamekasan lewat Desa Terrak.
“Tetap nyambung, sekalipun di tengah masuk Sampang, tetap nyambung,” tegasnya.
Semangat warga ini mendapat apresiasi langsung dari Bupati Pamekasan, Kholilurrahman, yang meninjau lokasi.
“Tradisi memanjakan masyarakat itu saya berharap tidak terjadi lagi sehingga masyarakat tetap bergerak,” kata Kholilurrahman.
Namun ia menegaskan pemerintah tidak lepas tangan. Pemda harus hadir sebagi fasilitator.
“Dengan demikian, kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat bisa terwujud,” ujarnya.
Sebagai bentuk dukungan, Bupati juga menyerahkan bantuan pribadi untuk melanjutkan perbaikan jalan.
Aksi swadaya ini menjadi bukti: ketika akses adalah kebutuhan, keterbatasan anggaran bukan penghalang. (KB/Rosy)



























