Pamekasan – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan civitas akademika UIN Madura. Dekan Fakultas Syariah UIN Madura, H. Muhammad Taufiq, B.Sc., M.Sy., Ph.D., berhasil meraih Hibah Penelitian Internasional Tahun 2026 melalui skema _International Collaboration Development Cluster_ dari Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis), Kementerian Agama RI.
Capaian ini menjadi bukti nyata komitmen Fakultas Syariah UIN Madura dalam membangun budaya akademik yang unggul, berbasis riset, dan berjejaring global.
Melalui hibah tersebut, Dr. Taufiq akan memimpin penelitian bertajuk “Fatwa Authorities and Public Policy: Dynamics of Response and Compliance with Environmental Protection in Indonesia, Morocco, and Spain.”
Penelitian ini mengangkat isu yang sangat relevan: bagaimana otoritas fatwa dan kebijakan publik di Indonesia, Maroko, dan Spanyol merespons tantangan perlindungan lingkungan. Dengan memadukan perspektif hukum Islam, kebijakan publik, dan isu lingkungan, riset ini diharapkan melahirkan solusi lintas negara untuk pembangunan berkelanjutan.
“Penguatan riset dan kolaborasi internasional adalah kunci meningkatkan kualitas akademik sekaligus memperluas kontribusi perguruan tinggi terhadap persoalan global seperti perubahan iklim,” ujar Dr. Taufiq, Jumat, (7/8/2026).
Capaian ini sejalan dengan visi Fakultas Syariah UIN Madura: Menjadi Fakultas Unggul dalam Pengembangan Integrasi Ilmu Syariah dan Hukum Berbasis Riset Interdisipliner untuk Peradaban Nusantara dan Global.
Lebih dari sekadar publikasi akademik, penelitian ini diharapkan dapat memberi masukan bagi formulasi kebijakan publik yang lebih responsif terhadap lingkungan. Sekaligus membuka jejaring kerja sama lebih luas antara peneliti dan institusi di Indonesia, Maroko, dan Spanyol.
Seluruh civitas akademika Fakultas Syariah UIN Madura menyampaikan apresiasi dan selamat kepada Dr. Taufiq. Prestasi ini diharapkan menjadi energi baru untuk terus melahirkan riset yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berdampak nyata bagi masyarakat dan peradaban.
Hal ini membuat nama UIN Madura dan Pamekasan kembali harum di tingkat internasional. (Hendra/Rosy)















