Pamekasan – Sapi berbobot 1,2 ton berasal dari Kandang Katandur Faram dibeli presiden. Sapi dengan kualitas terbaik ini diketahui telah dipelihara di kandang Katandur Farm Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan Pamekasan selama kurang lebih satu tahun.
Sapi ini dijuluki Ronggo, selain karena bobotnya, sapi ini juga termasuk sapi unggulan yang memenuhi standar nasional. Sehingga sapi ini mampu Manarik Presiden Republik Indonesia (RI) untuk membelinya.
Cak Maman, salah satu crew Katandur Farm yang merawat langsung sapi Ronggo, mengungkapkan rasa bangga dan harunya atas pencapaian tersebut.
“Alhamdulillah sangat bersyukur. Prosesnya tidak mudah karena harus melewati banyak tahapan seleksi dengan berbagai persyaratan,” ujarnya, (25/5/2026)
Menurutnya pemilihan sapi kurban presiden memang dikenal sangat selektif. Selain ukuran dan bobot, faktor kesehatan menjadi syarat mutlak. Sapi harus dinyatakan bebas dari berbagai penyakit, termasuk penyakit menular seperti Penyakit Mulut dan Kuku, serta lolos uji laboratorium dan pemeriksaan fisik menyeluruh.
Secara umum, sapi kurban presiden dipilih dengan bobot besar, umumnya mendekati atau bahkan melebihi satu ton, serta menjadi salah satu sapi terbaik di daerah asalnya. Bahkan dalam beberapa kasus sebelumnya, sapi dengan bobot 900 kilogram hingga 1,2 ton menjadi standar minimal untuk dipilih sebagai hewan kurban presiden.
Cak Maman menjelaskan bahwa sapi Ronggo mampu memenuhi sejumlah kriteria utama yang menjadi penilaian dalam seleksi, di antaranya :
Pertama, Bobot besar, mencapai lebih dari 1,2 ton. Kedua, kesehatan prima, bebas penyakit dan lolos pemeriksaan dokter hewan. Ketiga, kualitas daging, padat dan bernilai tinggi.
Kemudian yang kempat, pemeriksaan kotoran (feses), untuk memastikan bebas parasit. Yang terakhir kelima, tekstur dan pola pakan, terjaga dengan nutrisi berkualitas.
Menurutnya, perawatan sapi Ronggo dilakukan secara intensif mulai dari pengaturan pola pakan, kebersihan kandang, hingga pemeriksaan rutin guna menjaga kondisi tetap optimal.
Terpilihnya sapi Ronggo menjadi hewan kurban presiden tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Katandur Farm, tetapi juga masyarakat Pamekasan secara umum. Prestasi ini menunjukkan bahwa peternak lokal mampu menghasilkan sapi berkualitas nasional yang mampu bersaing di tingkat tertinggi.
Momentum ini diharapkan dapat mendorong semangat peternak lain untuk terus meningkatkan kualitas ternak, sekaligus memperkuat sektor peternakan di daerah. (KB/Rosy)

















