Scroll untuk melanjutkan membaca
Peristiwa

Disambut Tangis Histeris, Jenazah ABK Virgo Transport 8 Tiba di Rumah Duka Pamekasan

Avatar
×

Disambut Tangis Histeris, Jenazah ABK Virgo Transport 8 Tiba di Rumah Duka Pamekasan

Sebarkan artikel ini
Histeris : Istri Korban Kecelakaan Kapal Virgo Transport 8, Berusaha Ditenangkan Kelurganya, (Foto/Kurdi)

Pamekasan – Suasana duka menyelimuti kediaman keluarga Nurul Rian Hidayat, warga dusun sembung, Desa Teja Timur, Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan, Rabu (16/9/2026).

Jenazah Rian, salah satu korban kecelakaan kapal Virgo Transport 8 di perairan Masalembu, akhirnya tiba di rumah duka sekitar pukul 10.55 WIB.

Kedatangan jenazah disambut isak tangis keluarga dan kerabat. Ratusan warga yang merupakan tetangga maupun keluarga korban telah menunggu sejak sebelumnya untuk memberikan penghormatan terakhir.

Bupati Pamekasan bersama sejumlah pejabat Pemkab Pamekasan juga tampak hadir di rumah duka. Kedatangan mereka untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan dukungan kepada keluarga korban yang tengah berduka.

Bu Yati, adik dari Nining yang merupakan istri Rian, mewakili pihak keluarga menyampaikan bahwa almarhum dikenal sebagai sosok yang sabar dan pendiam.

BACA JUGA :  Dishub Pamekasan Dukung Latihan Gerak Jalan, Sekolah Diminta Atur Jadwal

“Rian itu orangnya sabar, terus memang anaknya pendiam. Pokoknya orangnya sabar,” ujar Yati di rumah duka.

Menurut Yati, Rian sebelumnya memang telah bekerja di dunia pelayaran sebelum kemudian bergabung dengan PT Virgo. Ia diperkirakan baru sekitar tiga hingga empat bulan bekerja di perusahaan tersebut.

“Sebelum nikah sudah kerja di pelayaran. Kemudian pindah, dan kalau di PT Virgo kurang lebih tiga bulan atau empat bulan,” katanya.

Yati juga mengungkapkan bahwa sebelum kembali menjalankan tugas pelayaran, Rian sempat pulang ke rumah. Bahkan, kepulangannya sempat diperpanjang selama dua hari dari jadwal semula.

“Seharusnya pulang hari Rabu, cuma minta waktu lebih lagi dua hari di sini. Pulangnya hari Jumat sekitar jam 8. Setelah itu hari Sabtu baru berangkat kerja dari Surabaya jam 10,” tuturnya.

BACA JUGA :  Wabup Pamekasan Sigap Sambangi Korban Puting Beliung di Desa Palengaan Laok

Setelah berangkat dari Surabaya, Rian masih sempat berkomunikasi dengan istri dan anaknya. Namun, komunikasi tersebut kemudian terputus.

“Malamnya sempat berkontak sama istri dan anaknya. Terus hilang kontak sekitar jam 1,” kata Yati.

Kabar mengenai kecelakaan tersebut, lanjut Yati, pertama kali diketahui keluarga melalui adik Rian. Informasi itu diperoleh dari teman Rian yang saat itu belum berangkat menjalankan tugas pelayaran.

“Adiknya Rian dikasih tahu sama temannya Rian yang belum berangkat juga tugas pelayaran di sini. Sekitar jam 11 Minggu siang baru dikasih tahu,” ujarnya.

BACA JUGA :  Gerak Cepat, Wabup Pamekasan Kunjungi Rumah Warga Korban Kebakaran di Desa Gro’om

Yati mengatakan tidak ada firasat atau hal aneh yang dirasakan keluarga sebelum Rian berangkat kembali bekerja. Namun, terdapat satu pesan yang masih diingat keluarga, yakni Rian meminta agar istrinya tidak terlalu memikirkan kebutuhan keluarga selama dirinya bekerja.

“Rian bilang sama adik saya, ‘Dalam satu bulan enggak usah banyak pikiran. Semua kebutuhan anaknya sudah dipenuhi selama satu bulan’. Pokoknya enggak usah banyak pikiran. Itu saja,” ungkap Yati.

Kini, jenazah Rian telah tiba di tengah keluarga untuk dimakamkan. Kehadiran keluarga besar, tetangga, serta jajaran Pemkab Pamekasan menambah suasana haru di rumah duka.

Bagi keluarga, kepulangan Rian menjadi perpisahan terakhir setelah kabar kecelakaan kapal yang merenggut nyawanya di perairan Masalembu. (KB)

IMG-20260724-WA0013
previous arrow
next arrow