Scroll untuk melanjutkan membaca
Peristiwa

Pertamina Minta Maaf dan Pastikan Pasokan Pertalite di SPBU Kembali Normal

Avatar
×

Pertamina Minta Maaf dan Pastikan Pasokan Pertalite di SPBU Kembali Normal

Sebarkan artikel ini
Antrean Penuh : Salah Satu SPBU di Pamekasan Mengalami Lonjakan Pengantre yang Mengincar BBM Bersubsidi, (Foto/Kurdi)

Pamekasan – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) memastikan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite di SPBU 54.693.02 kembali berjalan normal setelah sempat terjadi antrean kendaraan dalam beberapa pekan terakhir. Kamis, (06/08/2026).

Pertamina menjelaskan, antrean yang terjadi bukan disebabkan penghentian penyaluran, melainkan karena pasokan Pertalite masih dalam proses distribusi menuju SPBU.

Berdasarkan data operasional, mobil tangki pengangkut Pertalite tiba di SPBU pada pukul 22.35 WIB dan kembali melakukan pengiriman pada pukul 23.40 WIB. Selama menunggu pasokan tersebut tiba, SPBU tetap melayani penjualan BBM nonsubsidi yang masih tersedia.

Meski demikian, kondisi tersebut menyebabkan sebagian masyarakat yang telah mengantre cukup lama tidak memperoleh Pertalite karena kuota yang tersedia habis setelah penjualan kembali dibuka.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami masyarakat. Menurutnya, Pertamina memahami antrean yang terjadi telah menimbulkan kekecewaan bagi sebagian konsumen.

BACA JUGA :  Pelantikan PAC GP Ansor Tlanakan : Fokus Perkuat Ideologi dan Kemandirian Ekonomi

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami masyarakat. Kami memahami kondisi antrean yang terjadi membuat sebagian konsumen harus menunggu cukup lama, bahkan ada yang tidak mendapatkan Pertalite karena stok yang tersedia habis setelah penjualan kembali dibuka,” ujar Ahad.

Ia menegaskan, Pertamina segera melakukan langkah-langkah percepatan distribusi agar pasokan kembali tersedia. Salah satunya melalui penguatan koordinasi operasional dan optimalisasi jalur distribusi di wilayah Madura.

“Pertamina terus melakukan optimalisasi distribusi dan koordinasi operasional agar pasokan Pertalite di SPBU tetap tersedia. Kami melakukan pemantauan secara berkala terhadap stok di setiap SPBU sehingga ketika terjadi peningkatan kebutuhan masyarakat, proses penyaluran dapat segera disesuaikan,” imbuhnya.

BACA JUGA :  Soroti Lemahnya Pengawasan Dapur MBG, Formaasi: Banyak Dapur SPPG Tidak Miliki IPAL

Untuk mempercepat pemulihan pasokan, Pertamina juga menerapkan mekanisme alih suplai dari Integrated Terminal Surabaya mengingat adanya keterbatasan stok sementara di Fuel Terminal Camplong.

Menurut Ahad, langkah tersebut merupakan bentuk antisipasi agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi tanpa mengganggu kesinambungan distribusi BBM bersubsidi.

“Melalui penguatan suplai dari Integrated Terminal Surabaya, kami memastikan distribusi Pertalite tetap berjalan. Proses penebusan oleh SPBU juga terus kami pantau agar stok selalu tersedia dan pelayanan kepada masyarakat dapat kembali normal,” katanya.

Selain memastikan kelancaran distribusi, Pertamina juga melakukan evaluasi terhadap kualitas pelayanan di SPBU, khususnya mengenai penyampaian informasi kepada masyarakat ketika stok BBM mulai menipis.

“Kami juga melakukan evaluasi terhadap aspek pelayanan di SPBU. Ke depan, informasi mengenai kondisi stok yang mendekati habis harus dapat disampaikan secara lebih cepat, terbuka, dan tepat kepada konsumen agar masyarakat memperoleh kepastian informasi sebelum mengantre,” tambah Ahad.

BACA JUGA :  Dituding Tidak Punya Nyali Terhadap Produsen Rokok Ilegal, Begini Jawaban Bea Cukai

Saat ini, operasional SPBU telah kembali berjalan normal dan penyaluran Pertalite berlangsung seperti biasa. Pertamina memastikan komitmennya untuk menjaga kesinambungan distribusi BBM bersubsidi sesuai ketentuan yang berlaku.

Di akhir keterangannya, Ahad mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi dan selalu mengacu pada kanal komunikasi resmi Pertamina.

“Kami mengajak masyarakat untuk menyikapi setiap informasi secara bijaksana dengan memastikan kebenarannya melalui sumber resmi Pertamina. Apabila membutuhkan informasi terkait ketersediaan BBM ataupun ingin menyampaikan keluhan dan masukan, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135 yang siap melayani selama 24 jam,” pungkasnya. (KB/Rosy)

IMG-20260724-WA0013
previous arrow
next arrow