Pamekasan – Di tengah suasana akhir pekan, ketika sebagian besar masyarakat menikmati waktu beristirahat bersama keluarga, Wakil Bupati Pamekasan H. Sukriyanto justru memilih turun langsung ke lapangan.
Ia mendatangi lokasi kebakaran yang melanda rumah warga di Dusun Tengah, Desa Gro’om, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan, pada Sabtu (18/10/2025).
Kebakaran tersebut menghanguskan dua rumah milik Mat Sa’id (68) dan Marsintem binti Durrahem (80), keduanya merupakan petani setempat.
Meski kejadian itu terjadi di akhir pekan, Wakil Bupati yang akrab disapa Kak Sukri itu, langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian, didampingi oleh anggota DPRD Pamekasan dari Fraksi Demokrat, Tabri.
Begitu tiba di lokasi, Kak Sukri menyapa warga dengan hangat. Ia berbincang langsung dengan para korban, menenangkan mereka yang masih tampak terguncang, serta memastikan kebutuhan darurat segera tertangani.
Tak hanya memberikan dukungan moral dan doa, ia juga menyerahkan bantuan sosial secara langsung kepada keluarga korban.
“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Pamekasan turut berduka atas musibah ini. Semoga keluarga yang terkena musibah diberi kesabaran dan ketabahan. Percayalah, setiap ujian pasti ada hikmahnya,” ujarnya, Minggu (19/10/2025).
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pemerintah daerah selalu hadir di tengah masyarakat, terutama dalam situasi darurat seperti ini.
Baginya, jabatan adalah amanah untuk turun tangan secara langsung, bukan hanya memberi instruksi dari balik meja.
Pemerintah tidak boleh berjarak dengan rakyatnya. Setiap musibah yang menimpa warga adalah tanggung jawab moral kami semua.
“Karena itu, kami selalu berupaya hadir secepat mungkin, memberikan bantuan dan semangat bagi masyarakat,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama di musim kemarau panjang yang membuat suhu udara meningkat dan kondisi lingkungan kering.
“Kami mengingatkan warga agar berhati-hati dalam menggunakan peralatan listrik dan membakar sampah di sekitar rumah. Cuaca panas seperti sekarang sangat rentan memicu kebakaran,” ujarnya mengingatkan.
Dari hasil pemeriksaan sementara aparat kepolisian, kebakaran tersebut diduga kuat disebabkan oleh korsleting listrik.
Akibat insiden itu, sejumlah barang berharga milik korban ikut hangus terbakar, antara lain mesin pompa air, genset, mesin perontok padi, traktor, lima BPKB motor, uang tunai Rp19 juta, tiga sertifikat rumah, dua sepeda motor, serta perhiasan emas senilai Rp13 juta. Total kerugian materiil ditaksir mencapai Rp250 juta. (farid/rosyi)


















