Scroll untuk melanjutkan membaca
Peristiwa

Antrean Kendaraan Mengular Imbas Kelangkaan Pertalite dan Solar, Warga Pedesaan Mengaku Paling Terdampak

Avatar
×

Antrean Kendaraan Mengular Imbas Kelangkaan Pertalite dan Solar, Warga Pedesaan Mengaku Paling Terdampak

Sebarkan artikel ini
Rela Menunggu Lama Pengendara Roda Dua Harus Menunggu Antrean Panjang untuk Mendapatkan Pertalite, (Foto/Dok. Terukur.id)

Pamekasan – Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Pamekasan dipadati pengendara yang antre dalam beberapa hari terakhir. Kelangkaan Bio Solar dan Pertalite disebut menjadi penyebab utama kondisi tersebut.

Pantauan di lapangan, antrean kendaraan khususnya angkutan umum dan kendaraan roda dua, memanjang hingga puluhan meter. Akibatnya, arus lalu lintas di sekitar SPBU mengalami kemacetan yang berlangsung selama berjam-jam.

Salah satu sopir angkutan umum, Faisal, mengaku kesulitan mendapatkan bahan bakar dalam beberapa hari terakhir.

BACA JUGA :  Energi Madura untuk Indonesia, Kemiskinan untuk Orang Madura, Madura Menggugat?

“Dalam beberapa hari ini Bio Solar terbilang langka, bukan hanya itu Bio Pertalite pun juga demikian,” ujarnya saat ditemui di salah satu SPBU.

Kelangkaan ini juga berdampak pada pedagang bahan bakar eceran di warung maupun pinggir jalan. Banyak botol bensin yang biasanya terisi, kini tampak kosong dan berjejer tanpa stok.

Faisal menambahkan, kondisi tersebut sangat dirasakan oleh masyarakat di wilayah pedesaan. Menurutnya, warga yang bergantung pada kendaraan untuk aktivitas ke sawah menjadi pihak yang paling terdampak.

BACA JUGA :  Bawa 6 Tuntutan, Aksi Jaka Jatim di Depan Kantor Gubernur Jatim Minta Khofifah Tidak Cuci Tangan

“Kalau di perkotaan yang dekat SPBU mungkin masih mending. Tapi kalau di pedesaan, untuk ke sawah tiba-tiba motor mati karena kehabisan bensin tentu menghambat pekerjaan,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan, sebagian masyarakat terpaksa mengurangi aktivitas karena tidak mampu membeli BBM jenis Pertamax yang harganya dinilai cukup tinggi.

“Kami terpaksa mengurangi aktivitas, bahkan ada yang harus jalan kaki ke sawah karena harga Pertamax cukup tinggi setelah kenaikan kemarin,” tambahnya.

Sementara itu, seorang pedagang eceran di wilayah pedesaan, Sahir, juga mengeluhkan sulitnya memperoleh pasokan Pertalite untuk dijual kembali.

BACA JUGA :  PMII Pamekasan Soroti Kinerja Korwil BGN, DPRD : Kalau Evaluasinya Harus Diganti, Ya Diganti

“Kami cukup sulit mendapatkan pasokan Pertalite, dalam beberapa hari ini harus antre lama dan barangnya juga sulit didapatkan,” paparnya.

Ia berharap pemerintah dan pihak terkait segera mengambil langkah untuk mengatasi kelangkaan tersebut, mengingat BBM menjadi kebutuhan vital bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Harapan kami ke depan, kelangkaan ini segera diatasi karena masyarakat sangat membutuhkan Pertalite untuk aktivitas sehari-hari,” pungkasnya. (KB/Rosy)

IMG-20260504-WA0013
previous arrow
next arrow