Pamekasan – Ratusan santri bersama tokoh masyarakat memadati Lapangan Nagara Bhakti, Pendopo Ronggosukowati, Pamekasan, dalam Apel Akbar Hari Santri Nasional (HSN) 2025 yang digelar pada Rabu (22/10/2025) pagi.
Diikuti sekitar 250 peserta dari berbagai elemen masyarakat, kegiatan tersebut sekaligus puncak peringatan HSN di Pamekasan yang digelar oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) setempat.
Sejumlah pejabat daerah turut hadir dalam apel tersebut, di antaranya Bupati dan wakil Bupati Pamekasan, KH Kholilurrahman dan H. Sukriyanto, Ketua DPRD Ali Masykur, Kapolres Pamekasan AKBP Hendra Eko Triyulianto, Dandim 0826 Letkol Kav Agus Wibowo Hendratmoko, Kajari Muhammad Ilham Samuda, unsur Forkopimda, kepala OPD, serta sejumlah pengasuh pondok pesantren di Pamekasan.
Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman mengatakan, peringatan hari santri bukan sekadar kegiatan seremoni, namun menjadi refleksi atas kontribusi pesantren dan santri dalam membangun karakter bangsa.
“Jauh sebelum Indonesia merdeka, pesantren telah menjadi pusat pendidikan dan pembentukan karakter,” katanya, Rabu (22/10/2025).
Bupati menambahkan, banyak tokoh besar yang dilahirkan dari pondok pesantren, sebagian menjadi pejabat publik, ulama, hingga ilmuan yang berkiprah di tingkat nasional dan internasional.
Dengan mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia”. Bupati menegaskan bahwa santri mempunyai peran strategis dalam mengawal pembangunan nasional.
Ia menilai pentingnya santri hadir sebagai pelaku sejarah baru yang membawa nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin ke panggung global.
Selain itu, Pemerintah pusat, juga telah menunjukkan komitmen serius terhadap dunia pesantren melalui UU Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren dan Perpres Nomor 82 Tahun 2021 tentang Pendanaan Pesantren dan Program nasional. seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG).
“Kami juga menyampaikan terima kasih setinggi-tingginya kepada Presiden RI Prabowo Subianto atas perhatian dan kebijakan nyata yang berpihak pada pesantren,” tambahnya.
Dalam momen tersebut, Bupati juga menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya 67 santri dalam musibah di Pesantren Al-Ghazini, Sidoarjo.
“Kami turut berduka atas musibah yang terjadi di Ponpes Al-Ghazini,” tutupnya. (farid/rosyi)












