Pamekasan – Haul ke-93 almarhum RKH. Abd. Hamid Bin Maulana RKH. Itsbat beserta almarhumin lainnya digelar dengan khidmat di lingkungan Pondok Pesantren Al- Hamidy Banyuanyar, Pamekasan, Minggu (8/3/2026).
Dalam kegiatan tersebut, turut hadir keluarga besar Banyuanyar, para masyayikh, pejabat pemerintah, serta masyarakat dari berbagai daerah dalam rangka mendoakan dan mengenang jasa ulama kharismatik.
Dalam sambutannya, KH. Muhammad Rofi’i Baidhowi menyampaikan terima kasih atas kehadiran keluarga sohibul haul, utamanya keluarga besar dzurriyah Bani Itsbat, para masyayikh, serta masyarakat yang turut hadir dalam kegiatan haul yang digelar di Ponpes Al-Hamidy Banyuanyar.
“Terima kasih atas kehadiran keluarga sohibul haul KH Hamid Itsbat, keluarga besar dzurriyah Bani Isbat, para masyaikh, dan masyarakat dari berbagai daerah yang menyempatkan waktunya untuk hadir dalam kegiatan haul ini,” dawuhnya, Minggu (8/3/2026).
Menurut KH. Ahmad Rofi’i, haul yang dilaksanakan tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi almarhum KH Abd Hamid Isbat, namun juga untuk mengenang para sesepuh lain yang memiliki jasa besar dalam perjuangan dakwah dan pendidikan Islam di lingkungan pesantren.
Ia menjelaskan, bahwa KH. Abd Hamid Itsbat wafat di Mekkah dan dimakamkan di kompleks pemakaman Jannat al-Ma’la.
Di waktu wafatnya beliau, almarhum didampingi oleh salah satu putranya, K. Baidowi, bersama KH Ahmad Kholil yang merupakan menantu dari almarhum KH Abd Warist PP. Annuqayah Guluk-guluk Sumenep.
“KH. Abd Hamid Itsbat wafatnya ada di Mekkah, dan di kuburkan di Ma’la,” jelasnya.
Lebih lanjut, KH. Rofi’i Baidhowi juga mengenang sosok almarhum yang dikenal sebagai salah satu ulama yang sangat istiqamah dalam menjalankan ibadah, mengajar, serta menjaga kedisiplinan spiritualnya dengan konsisten.
Ia mengaku, cerita tersebut diperoleh langsung dari salah satu santri yang biasa melayani almarhum sebelum wafat, termasuk K. Misbah dari Kabupaten Jember.
Saat bersilaturahmi dengannya, K. Misbah menceritakan kebiasaan almarhum yang sangat disiplin dalam menjalankan ibadahnya, seperti saat sholat tahajjud.
“Saya dapatkan dan dengarkan langsung dari santri beliau yang biasa melayani Almarhum sebelum beliau wafat, seperti saat membawakan air, dan saat mau whudu’. Ia mengatakan bahwa almarhum saat mau sholat tahajjud, tetap jamnya hingga tempat sandalnya,” katanya.
Selain itu, KH. Rofi’i menegaskan bahwa almarhum juga dikenal sebagai sosok yang sangat konsisten menjaga pelaksanaan shalat berjamaah, khususnya dalam menunaikan shalat fardhu berjemaah.
Melalui kegiatan haul tersebut, para jamaah diharapkan dapat meneladani keteladanan KH. Abd. Hamid Itsbat, terutama dalam menjaga keistiqamahan beribadah.
“Almarhum juga selalu melakukan sholat berjamaah dalam shalat fardhu nya,” pungkasnya. (farid/rosyi)
























