Pamekasan – Menjelang perayaan hari raya idul Fitri 1447 H, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan hanya mengandalkan satu posko siaga bencana selama libur lebaran 2026. Dilihat dari luas Pamekasan satu posko dipastikan tidak memungkinkan untuk menangani bencana secara cepat.
Plt Kalaksa BPBD Pamekasan, Akhmad Dhofir Rosidi mengatakan, bahwa untuk posko siaga kebencanaan terpusat di area monumen Arek Lancor Pamekasan.
Menurutnya, penempatan posko siaga tersebut telah menjadi kebiasaan setiap tahun sebagai pusat koordinasi penanganan kebencanaan selama masa libur Lebaran.
“Untuk posko terpusat di arek Lancor, dan itu sudah biasa kita lakukan seperti biasanya,” ungkapnya, Rabu (12/3/2026).
Meskipun demikian, Dhofir mengakui bahwa keberadaan posko yang hanya terpusat di daerah perkotaan menjadi hambatan utama dalam penanganan kebencanaan secara cepat, utamanya bagi daerah Utara Pamekasan.
Mengantisipasi hal itu, BPBD Pamekasan mengaku sudah berkoordinasi dengan beberapa pihak, mulai dari pemerintah desa dan kelurahan, kecamatan hingga ikut terlibat dalam agenda operasi yang digelar polres Pamekasan.
“Memang kami akui bahwa untuk penanganan kebencanaan di daerah Pantai Utara (Pantura) Pamekasan akan terlambat, karena jarak tempuhnya tidak dekat,” tambahnya.
Dhofir juga menghimbau masyarakat agar tetap selalu waspada terhadap potensi bencana yang akan terjadi di daerah nya masing-masing, utamanya bencana alam berupa cuaca ekstrem.
Menurutnya, saat ini wilayah Pamekasan sedang memasuki masa pancaroba atau peralihan musim yang berpotensi menimbulkan cuaca ekstrem.
“Untuk saat ini sudah masuk pada masa pancaroba atau peralihan musim. Sesuai dengan prediksi yang sudah dilakukan, kami menghimbau agar kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem, terutama bagi pemudik,” pungkasnya. (Farid/Rosyi)
























